PAPAH PERINTAHKAN TANGKAP SEMUA PEGIAT SOSMED !


Oleh : Nasrudin Joha 


Sungguh tidak ada lagi urat malu yang tersisa dari pemimpin negeri ini. Karena pendeknya akal, semua kritik ditanggapi dengan penangkapan. Rupanya diktatorisme telah menjangkiti semua lini, eksekutif dan yudikatif.

Si Papah, tidak berdaya menghadapi kritikan. Si Papah, tidak memiliki amunisi untuk berargumentasi. Si Papah, hanya punya kelebihan bisa tidur pulas disaat yang lain sibuk dan serius bicara tentang urusan rakyat.

Si Papah memerintahkan begundal kurawa, dengan kuasa seolah memiliki seisi alam semesta, memburu dan mengejar seluruh pengkritik sampai batas kuota terakhir, dan membawanya ke bilik penjara.

Si Papah memang digdaya, tanpa malu masih bisa berujar untuk tidak berbuat nista. Memimpin lembaga tinggi negara dan mengelola partai yang berkoalisi dengan penguasa.

Si Papah ini berpelukan, bergandengan tangan dengan rezim Penista agama. Rezim yang sebelumnya bicara "Ora Sudi" ketika papa minta saham, hari ini tidur sekamar dengan papa, mengeluarkan lendir dengkuran, membiarkan rakyat mati kelaparan.

Si Papah mengira, kedigdayaannya mampu menjangkau semuanya. Oh Papah...tidak seujung kuku pun, kuasamu mampu meneror umat. Kuasamu akan jatuh, seiring kejatuhan rezim.

Papah-papah, rakyatmu melek politik. Tidak bisa kau kendalikan, sebagaimana kau kendalikan kekuasaanmu. Papah, keluarkan seluruh perbendaharaanmu, perintahkan seluruh bromocorahmu untuk menuntut seluruh pegiat sosmed. Cukup untuk kau ketahui, kau pasti kalah !

Wahai umat !
Masihkah percaya dengan rezim dungu demokrasi ini ? Masih tertarik untuk sibuk dengan pemilu dan Pilkada dan mendudukkan boneka-boneka politik menipu Anda lagi ?
Masih Istiqomah mau menjadi penjaga rezim demokrasi kufur ini ?

Segera tinggalkan !
Segera Campakkan demokrasi kapitalisme ! 
Segera Campakkan demokrasi sosialisme !

Segera kembali kepada syariah-Nya, dengan berjuang bersama-sama menegakkan Khilafah. [MO]

Posting Komentar