Yogyakarta| Mediaoposisi.com- Pembangunan infrastruktur besar besaran di era Jokowi yang turut 

mengambil dana haji umat Islam mengalami goncangan keras, hal ini disebabkan bencana alam yang menimpa berbagai wilayah di Indonesia, salah satunya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hingga Sultan HB X menetapkan status siaga darurat bencana di wilayahnya.

“Setelah mendengar laporan dan masukan dari daerah, dan prakiraan cuaca dari BMKG, (Pemerintah) Provinsi menetapkan status siaga darurat bencana mulai hari ini hingga satu minggu mendatang," kata Sultan di Kepatihan, Rabu (29/11).

Hujan yang menggyuyur DIY  dalam beberapa hari menyebabkan rusaknya berbagai infrastruktur di berbagai wilayah.
  
Angin kencang  ditambah longsor akibat hujan deras juga terjadi . Dikutip dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD DIY hingga Rabu (29/11), di Kota Yogyakarta terdapat 9 titik terdampak angin kencang, tanah longsor 9 titik. Adapun jumlah warga terdampak mencapai 151 orang, dan tiga meninggal dunia.

Di Kabupaten Bantul terdapat 67 titik dampak bencana angin kencang, 45 titik tanah longsor, dan 31 titik bencana banjir dengan jumlah warga terdampak mencapai 4.756 orang dan 1 orang meninggal dunia.
Wilayah yang juga terjadi konflik antara pemerintah dengan petani, yaitu Kabupaten Kulon Progo turut mengalami dampak serupa tercatat 20 titik bencana angin kencang, 27 titik tanah longsor, dan 6 titik bencana banjir dengan jumlah warga terdampak mencapai 58 orang dan korban luka 3 orang.

Kabupaten Gunung Kidul, bencana angin kencang 9 titik, tanah longsor 9 titik, dan banjir 44 titik dengan jumlah warga terdampak mencapai 3.276, dua orang luka-luka, dan satu meninggal dunia.

Di Kabupaten Sleman, bencana angin kencang terpantau di 17 titik, tanah longsor 15 titik, dan banjir 28 titik dengan jumlah warga terdampak mencapai 214 orang


Korban pun turut berjatuhan,  dikutip dari detik.com, Selasa (29/11) BPBD DIY menyatakan 3 orang warga tewas, sedangkan satu orang masih dalam pencarian.

Tiga korban meninggal masing-masing 2 warga Kota Yogyakarta yang tertimbun longsor di Kecamatan Gedongtengen. Mereka adalah Ambar (40) dan Aurora (3 bulan) telah ditemukan dan berhasil dievakuasi Selasa (28/11) malam. Satu orang masih dalam pencarian yakni Bardjono.
Pemerintah sendiri menghentikan pencarian pada Selasa (28//11) dengan berbagai alasan.

"Berdasar pertimbangan berbagai faktor, seperti cuaca yang semakin hujan deras, kondisi tanah labil, dan kondisi gelap, pencarian terpaksa dihentikan sementara mulai pukul 19.30 WIB tadi," kata Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi, di lokasi kejadian, Selasa (28/11). [MO]


Posting Komentar