Spesial Redaksi| Mediaoposisi.com- Pengajian Ustadz Felix Siauw di Bangil, Jawa Timur pada Sabtu (04/11) dibubarkan paksa oleh sekelompok Ormas yang berpengalaman membubarkan pengajian terhadap kelompok lain. Ormas yang merupakan underbow salah satu ormas Islam yang dekat dengan pemerintahan tersebut kian berani membubarkan pengajian setelah UU Ormas yang controversial itu disahkan.
Mirisnya, pelaku pembubaran bangga dengan tindakannya dalam membubarkan pengajian. Hal ini terlihat jelas dalam status akun facebook bernama Widarto To, tampak ia bangga dan senang terhadap tindakan pembubaran pengajian.




"Acara menghadang felix HTI di masjidmanarul huda bangil SIAP DI BUBARKAN". Ia juga mengunggah foto dirinya dan rekannya yang tersenyum ketika akan membubarkan pengajian kelompok lain.

Dalam komentar akun tersebut, berbagai kecaman diberikan netizen terhadap tindakan ormas yang melanggar UU Ormas tersebut. Akun bernama Dhik Ig menulis, “Orang bangga tuh..bubarin tempat maksiat, ini bangga bubarin pengajian Hallooooo… ??

Tak kalah pedas, akun Angga  menulis “Jika dengan non aja kalian toleran, bagaimana dengan saudaramu sendiri yang seiman? Harusnya kalian lebih bisa menghormati suadaramu.. ngaji mu kurang itu.. apa pas ngaji pada tidur ?

Mayoritas netizen berkomentar mengecam tindakan ormas tersebut dan pemilik akun tersebut.

Akun lain bernama  Avas Maulidi bahkan memohon doa kepada Allah dan menyebut nama muliaNya untuk membubarkan pengajian Felix Siauw.


Ya Jabbar...
Ya Qohhar...

Dengan mengucap alhamdulillah meski kami dan aparat dibohongi dan ditipu beberapa kali oleh panitia tetapi dengan semangat menjaga Kedaulatan NKRI, akhirnya si pelix ciauw bisa kita eksekusi dan keluarkan dari Bangil.

Mudah2an ini menjadi pelajaran bagi perongrong NKRI yang lain agar jangan pernah lagi masuk di Kab. Pasuruan tercinta ini
Sontak, netizen menyerbu akun tersebut dan mengecam tindakan represif ormas tersebut.
Akun Agus Salim menulis, “Ngakunya menjaga kedaulatan NKRI kok yg non muslim masuk ke pondok pesantren dan ceramah politik malah disambut dengan senang hati, Sedangkan saudara seiman kita untuk bedakwa di jalan Allah ko di bubarkan?

Tidak aneh bila netizen mengecam tindakan ormas tersebut, karena tidak kali ini saja ormas tersebut membubarkan pengajian kelompok lain yang diklaim sesat oleh kalangan ormas tersebut.
30 April lalu, Felix Siauw pernah diusir ketika mengisi pengajian remaja tentang bahaya zina dan pergaulan bebas di Malang.

Tak hanya itu, bahkan ormas ini menolak kegiatan lain di luar kelompoknya. Di Jawa Barat, ormas ini melakukan sweeping bendera pamphlet ormas lain yang diklaim anti Pancasila, lalu di Jawa Tengah mereka menurunkan spandukr ormas lain tanpa mau berdialog.

Tindakan ormas ini bahkan meluas hingga seluruh Indonesia, berdasarkan data dari contributor Mediaoposisi.com, di Kalimantan ormas ini mendesak pemerintah dan kepolisian untuk membubarkan kegiatan damai ormas lain. Di Sulawesi Bartat , ormas ini menghadang dan melarang kegiatan ormas lain di Majene.

Pulau paling ujung di Indonesia pun tak lepas dari incaran ormas pembubar pengajian, di Papua ormas ini mendesakn berbagai pihak untuk menyetujui pandangan sepihaknya terhadap ormas tertentu.

Bisa Ditindak
Tindakan ormas tersebut sejatinya bertentangan dengan UU Ormas yang disahkan secara kontroversial oleh DPR. Hal ini dinyatakan oleh ahli hukum pidana, Prof Romli Atmasasmita. Dalam balasannya terhadap tweet akun @mister_oceans ia  menegaskan bahwa ormas yang membubarkan pengajian bisa dilaporkan ke polisi dengna UU Ormas.

“Lapor Polisi pake Perppu Ormas yang baru disahkan (UU Ormas) melanggar pasal 59 ayat 3 c jika ormas pelakunya” tulis Romli.


Sejatinya tindakan ormas tersebut kontras dengan sikap mereka terhadap perppu ormas, Ormas tersebut mendukung penuh Perppu dan mengajak seluruh masyarakat mengikuti sikapnya

Dikutip dari antaranews.com. “Ansor mengajak seluruh komponen bangsa mendukung penuh Perppu ini” ujar Komandan Densus 99 Banser, Nuruzzaman melalui rilisnya, Jumat (14/7) .

Beranikah Perppu (UU) Ormas diterapkan kepada ormas ini ? Masyarakat menanti ketegasan dan keberanian penegak hukum. [MO]

sumber : berbagai sumber



Posting Komentar