Oleh: Nasrudin Joha


Mediaoposisi.com- Pagi itu Nasrudin Merasa Galau tidak terperi, apa yang membuat Sang Maestro Galau? Mungkin Anda yang membaca tulisan ini pasti bisa menduga. Ya, Anda Benar ! Kegalauan Nasrudin Joha bukan karena kalah tender, proyek luput, tidak diangkat menjadi menteri, tidak. Bukan itu. Kegalauan Sang Maestro hanya disebabkan satu diantara dua hal : Kerupuk Selondok atau Kopi Kapal Api.

Nasrudin berusaha mengobrak-abrik onggokan sachet kopi kapal api, tapi apa daya semua sachet telah kosong. Kebiasaan buruk Nasrudin adalah ia tidak pernah memisahkan sachet isi dan yang telah kosong. Apa daya, ia harus melalui lautan diskusi pagi ini tanpa seruputan kopi kapal api nikmat.

Ia mulai mengalihkan perhatian ke kotak ajaib berlayar terang dihadapannya. Setelah menscrool layar, jiwanya terbahak-bahak, hatinya terpingkal-pingkal, ketika membaca satu judul berita. Jokowi: Ada Pihak Yang Ingin Ganti Pancasila Lewat Sosmed.

Lantas dia marah bukan kepalang, ia mengumpat sejadi-jadinya. Ini pasti wartawannya koclok, situsnya penyebar hoax, framing media, ini judul berita menyudutkan Presiden, wibawa negara telah di jatuhkan! Ini pasti media sarachen, ini pasti fitnah terkait Pilpres 2019.

Jokowi itu Presiden top markotop, good so good, paling merakyat, dicintai rakyat, sederhana tapi smart, setiap pernyataannya pasti bertuah. Jokowi paling oke, tidak percaya ? COBA TANYAKAN PADA KECEBONG !

Mana mungkin sebuah ideologi bangsa bisa diubah via sosmed ? Memang mau hidup di Republik sosmed ? 



Mana mungkin satu konsepsi ideologi bangsa, menerapkan standardisasi dan Qonaat, penerapan hukum, pelaksanaan perintah dan larangan, bisa dilakukan via sosmed ?

Ah ngarang saja ini media. Persis Kemendagri yang membuat pertimbangan ngarang ketika membubarkan ormas.

Lagi pula mana mungkin Pak Jokowi Presiden RI masih sibuk ngurusi sosmed. Kan beliau sibuk bersama rakyat, kunjungan kerja. Sebagaimana moto beliau: KERJA KERJA KERJA ! Sejak kapan moto itu diubah menjadi : SOSMED SOSMED SOSMED !

Nasrudin berfikir, media sekarang harus di tertibkan. Tidak boleh asal kutip, asal tebar berita tanpa mengecek keabsahannya. Gawat ! Ini jadinya semua orang sibuk di dunia maya dan abai terhadap dunia nyata. Lha wong presidennya saja wataknya begitu ? Ini media framing yang super jahat!


Ah, segera saja Nasrudin Joha menutup sosmed dari layar ajaib. Ujung jarinya sudah kepayahan menyentuh setiap huruf yang ada dihadapannya. Ia merebahkan badan dan tertidur pulas. [MO].

Posting Komentar