Duhai umat,
Tidak-kah hatimu tergerak,
Setelah rezim dzalim menyakiti tubuhmu,
Kini rezim menusuk jantungmu,

Duhai umat,
Tidakkah kesabaran itu ada batasnya,
Batas dimana engkau diam menunggu rezim insab,

Duhai umat,
Ketahuilah ! Rezim ini telah membatu ! Rezim ini telah menyepelekan keluhanmu, rezim ini telah menutup mata dan telinga atas penderitaanmu,

Duhai umat,
Rezim ini tertawa diatas penderitaanmu,
Rezim ini siang dan malam tiada lelah berbuat makar atas dirimu,

Duhai umat,
Rezim ini telah memutus tali penghidupanmu, rezim ini telah menutup seluruh kemaslahatamu,
Rezim ini telah memproklamirkan diri sebagai pelayan, antek aseng - asing,

Wahai ksatria-ksatria Revolusi,
Wahai patriot-patriot perubahan,
Wahai Mujahid-Mujahid tangguh,
Akankah Anda diam dan menunggu derita umat lebih parah lagi ?

Ketahuilah ! Jika itu yang kau tunggu, maka sungguh rezim ini telah meningkatkan penderitaan umat lebih dahsyat lagi !

Tuangkanlah ! Bahasa kemarahan dalam dada-dada kalian, menjadi aksi nyata untuk menyelamatkan umat dari rezim tiran !

Segera ayunkan, langkah kaki kalian menuju medan pertarungan. Siapkan seluruh amunisi dan senapan, siapkan segala hal yang terbaik yang kalian miliki, untuk membela umat !

Revolusi Islam sudah di pelupuk mata. Kapitalisme telah gagal ! Sosialisme komunisme merusak ! Saatnya Islam Rahmatan lil 'alamien yang memimpin peradaban.

Wahai cucu-cucu Muhammad SAW,
Wahai cucu-cucu Abu Bakar Asy Siddik,
Wahai cucu-cucu Umar Bin Khatab,
Wahai Cucu-cucu Ali Karomallahu Wajhah,

Umat menunggu, engkau memimpin perubahan untuk membumikan wahyu, menerapkan Al Quran, membebaskan seluruh umat dan bangsa, dari kekufuran dan ketertindasan,

Wahai rezim,
Anda pasti kalah !
Anda berhadapan dengan Umat Islam. Umat yang rindu bertemu Tuhannya, dan telah ridlo Islam sebagai agamanya,

Wahai Rezim, Anda pasti hancur,
Kekuatan Allah SWT meliputi seluruh alam semesta, kekuasaanmu terbatas diujung masa,

Kami telah siapkan pasukan,
Deretan amunisi dan mesiu-mesiu perubahan, kami telah tetapkan nyawa kami sebagai hulu ledaknya,

Bukan kami yang memulai, kalianlah yang memaksa ! Sungguh, tidak ada kata lari atau cari selamat bagi kami,

Sholahudin Al Ayubi Kakek Buyut kami,
Muhammad Al Fatih kakek buyut kami,
Thoriq bin ziyad kakek buyut kami,

Kakek buyut kami telah menundukkan banyak umat dan bangsa. Jadi, kami harus membayar kesetimbangan Nasab, dengan menundukkan kalian, rezim khianat, dzalim, penindas rakyat!


Bumi Allah SWT,

17 Oktober 2017.,Mediaoposisi.com.

Posting Komentar