Gerakan Mahasiswa


Oleh : Ricky Fattamazaya Munthe S.H, M.H

Ketum Gerakan Mahasiswa Pembebasan


Mediaoposisi.com- Konsepsi perubahan tidak mungkin berdiri tegak diatas sebatang kaki pilar perubahan. Perubahan hanya bisa tegak diatas pilar-pilar sinergi perubahan umat. Mahasiswa, adalah salah satu pilar penting penopang setiap gerakan perubahan umat dan bangsa. Dialektika sejarah, telah membuktikan tidak satupun perubahan peradaban absen dari peran sentral mahasiswa di garda pergerakan kepemudaan.

Meski pahit, kami akui ada gerbong organ pergerakan mahasiswa yang saat ini telah dibekukan rezim dengan diplomasi meja makan. Gizi-gizi dan imun kekuasaan, telah mampu menyeret sebagian mahasiswa dari rel perlawanan politik pada rezim dzalim, seraya berpihak, berdiri tegak dikanan kiri rezim, menjadi barisan herder kekuasaan.

Kami malu jika ada -sebagian peran sentral mahasiswa- hari ini telah diambil alih barisan emak-emak. Para ibu, yang sedianya memberi doa restu, menyaksikan kami mahasiswa bertempur di garis depan Dialektika perubahan, hari ini turun gunung mengambil alih peran mahasiswa, bertindak untuk dan atas nama rakyat.

Barisan emak-emak telah menunjukkan bagaimana sikap kokoh berdiri tegak dihadapan rezim tiran, seraya mendongakkan muka dan menyampaikan ujaran perlawanan. Miris, pada saat yang sama ada sebagian mahasiswa bermanuver kritis hanya untuk menyampaikan proposal kemaslahatan, selanjutnya berakhir di lobi meja makan.

Kami juga saksikan bagaimana almamater kanda-kanda pergerakan, telah digantungkan seraya duduk manis diantara pesta pora kekuasaan. Ada yang jadi komisaris, ada yang jadi stafsus, ada yang jadi menteri. Semua telah bungkam pada nurani perjuangan.

Meskipun demikian, kami sampaikan ideologi perjuangan mahasiswa tidak pernah binasa. Kami tetap ada hadir bersama dan berada ditengah-tengah umat untuk melakukan perjuangan dan pembelaan kepentingan umat. Kami tetap taat, tsiqoh, mendengar dan melaksanakan titah ulama-ulama mukhlis yang berada ditengah-tengah umat.

Perppu Ormas, Memberangus Pergerakan Mahasiswa 

Penting untuk diketahui Perppu ormas tidak saja diarahkan untuk membungkam geliat dakwah yang diusung ormas Islam. Rezim telah menggunakan Perppu Ormas untuk memukul dan menekan pergerakan mahasiswa agar sejalan dengan kebijakan politik penguasa. Gerakan dakwah Islam yang berbasis di kampus, baik berbentuk lembaga dakwah kampus (LDK), organ ekstra kampus, sepanjang mengusung ide Islam dan menentang penguasa diberangus.

Jelas sekali rezim mengambil posisi sebagai diktator anti Islam yang bersembunyi dibalik topeng keluguan.
Semua yang terkait Islam di persekusi. Sementara, rezim melempangkan jalan pada asing-aseng menjarah harta umat.

Gerakan mahasiswa pro kekuasaan dibina dan difasilitasi penguasa. Sekali waktu, penguasa membenturkan elemen pergerakan mahasiswa. Satu elemen diinjak, elemen yang kain diangkat. Devide at impera. Persis cara-cara penjajah Belanda !

Rezim juga telah menggunakan Perppu ormas untuk meneror bahkan menjatuhkan sanksi terhadap mahasiswa hanya dengan dalih terindikasi gerakan radikal. Tidak ada proses mediasi, klarifikasi, apalagi proses persidangan. Rezim menggunakan tangan birokrat kampus langsung memvonis tanpa ampun.

Situasi ini terus berlaku, eskalasinya meningkat dan sebarannya meluas. Rezim tidak cukup puas memberikan sanksi, rezim terus menyebarkan teror dan intimidasi. Mereka mengira, teror itu dapat membungkam kami. Intumidasi itu dapat menghentikan kami. Tidak ! Kami melawan ! Kami tidak takut !

Mahasiswa, Ayo Bangkit dan Bergerak Kobarkan Revolusi!

Situasi ini memaksa kami mengumumkan perang terbuka terhadap rezim. Ingat ! Bukan kami yang memulai, rezim yang memaksa. Kami telah siap menginfakkan diri kami, untuk melakukan perlawanan penuh, serangan secara menyeluruh untuk membungkam rezim Perppu ormas.

Kami tidak akan diam, kami tidak gentar, kami akan terus melawan hingga rezim kalah atau kami binasa karenanya. Kami telah menetapkan sumpah, untuk membela umat dengan segenap daya dan upaya, untuk menghentikan kedzaliman.

Rezim telah nyata mengkhianati rakyat. Rezim telah nyata menyusahkan rakyat. Rezim telah nyata menjadi antek aseng dan asing. Lantas, apa alasannya kami menarik diri dari medan perjuangan?

Wahai mahasiswa,
Bangunlah kalian. Kita tidak akan menemukan kebahagiaan, hingga kalian terbangun dan mendapati umat menikmati keadilan dan kesejahteraan. Kalian tidak akan kehilangan apapun, jika kalian menginfakan diri membela umat.

Wahai mahasiswa,
Malulah kita kepada barisan emak-emak, jika area pertempuran itu kita tinggalkan. Kita-lah generasi harapan umat. Kita wajib mengambil pilihan untuk berada dan bersama umat, mengumumkan perang terbuka pada rezim dzalim ini.

Wahai umat,
kami ada bersama Anda. Maka buailah kami dalam asuhanmu, agar revolusi ini berbuah berkah. Sambutlah uluran tangan kami, yang ingin bersalaman, merangkul dan memeluk umat. Bantulah kami, menjungkalkan kedzaliman, menyudahi ketidakadilan, membungkam kesombongan.

Wahai ulama,
Kami menunggu seruan jihad. Keluarkan resolusi jihad itu. Kami siap di garda terdepan dalam revolusi perlawanan Agung terhadap rezim tiran. [MO/ert].

Posting Komentar