Jakarta| Mediaoposisi.com- Pengesahan Perppu Ormas yang controversial hingga menuai banjir penolakan di seluruh Indonesia ternyata menyimpan fakta yang cukup miris dan mengejutkan. Fakta ini terungkap saat diskusi “Dua Sisi” yang ditayangkan Live di TV One, Rabu (25/10) pukul 21.30.
Soedarmo
 Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum, Soedarmo selaku perwakilan dari Pemerintah mengklaim HTI sangat layak dibubarkan karena dakwah HTI bertentangan dengan Pancasila.
“Dakwah HTI melenceng karena 6 Metode dakwah membahaykan keutuhan negeri”klaim Soedarmo.

Ismail Yusanto

Namun klaim tersebut dipertanyakan oleh eks Jubir HTI, Ismail Yusanto dengan lugas. Ia mempertanyakan klaim sepihak pemerintah tersebut.
“Inilah bukti bahwa pemerintah tidak pernah berdialog dengan HTI” ungkap Ismail Yusanto lantang.
Mirisnya, ia menambahkan pemerintah bahkan tidak mau bertanya sedikitpun tentang ajaran HTI kepada pengurus HTI.
“Tidak pernah, bahkan kami pernah mengirim surat audiensi kepada jajaran terkait namun hingga saat ini belum ada tanggapan” imbuhnya.

Ia juga mempertanyakan tudingan pemerintah tersebut, pasalnya ketika pengumuman pembubaran HTI pada beberapa bulan yang lalu, UU Ormas yang lama masih berlaku.
“Pemerintah seharusnya memberikan peringatan kepada HTI saat itu, tapi faktanya tidak ada” tegasnya.

UU Ormas yang lama berisi langkah yang dilakukan untuk membubarkan ormas yang dinilai berbahaya, salah satunya melalui surat peringatan. [MO]

Posting Komentar