Lambang PKI (Partai Komunis Indonesia)


Oleh: First Syauqi Izhardiansyah


Mediaoposisi.com- Sejarah PKI di Indonesia tidak akan bisa dihapuskan begitu saja. Begitu pun juga sejarah gerak politik dari Ideologi Sosial-Komunis. PKI yang berfaham ideologi Komunis memiliki jejak politik berdarah. Fakta itu bukan hanya terjadi pada Tahun 1965 saja, tapi juga terjadi di Tahun-tahun sebelumnya.

Seperti pada tahun 1948 yang melakukan pemberontakan berdarah di Madiun. Yang dipimpin ole Muso telah menelan korban darah para ulama umat islam, yang dengan keji di sembelih dan dimasukan sumur tua.

 Dalam menggapai tujuan politiknya, PKI tidak segan untuk menjatuhkan pihak-pihak yang dianggap sebagai penghalang dengan cara yang brutal. Sehingga akan sangat subjektif jika melihat tingkah pola dari PKI hanya pada Tahun 1965

Hal itu tidak mengejutkan. Karena dibeberapa Negara yang telah terjadi upaya revolusi Sosialis-Komunis selalu diwarnai oleh pembantaian berdarah. Sehingga nampak seperti apa watak dari jalan politik yang ditempuh oleh partai yang berideologi Komunis.

Mirisnya, banyak kalangan muda Mahasiswa yang mengambil paham Sosialis-Komunis sebagai arah geraknya. Padahal Sosialis-Komunis itu adalah sebuah ideologi. Ideologi yang sudah dinyatakan wafat seiring runtuhnya Negara super power Uni Soviet. 

Dan Indonesia yang pernah mengemban ideologi tersebut adalah PKI. Tak khayal desas-desus terkait kebangkitan PKI di Indonesia semakin mencuat. Mulai data dan fakta yang dianggap hoax dan real. Sampai tanggapan pro kontra terhadap sejarah PKI. Sungguh aneh jika ada pihak yang kembali memegang ideologi Sosialis-Komunis dengan alasan ingin membawa Indonesia kejalan revolusi.


Padahal, jika memang tidak ingin melupakan sejarah. Seharusnya paham yang diambil sebagai pedoman gerakan yang akan membawa Indonesia ke arah lebih baik. Paham tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Ideologi Islam. Sebuah paham yang terbukti secara empiris mampu membawa perubahan tanpa darah dan mampu memberikan kesejahteraan di tengah kemajemukan sebuah negeri.

Komunis bukan jati diri pemuda Indonesia, Karena PKI adalah racun perusak yang akan membuat orang mabuk seperti candu dan merusak diri sendiri. [MO/abk]


Posting Komentar