KOMUNITAS “SOLUSI ROHINGYA” DI JEMBER
GELAR AKSI ORASI DAN PENGGALANGAN DANA


Aksi Umat Islam Di Jember

Jember, Mediaoposisi.com –Sekitar tiga puluh massa yang tergabung dalam komunitas “SOLUSI Rohingya” (SOLidaritas Untuk Saudara se-Iman Rohingya) menggelar aksi di bundaran DPRD Kabupaten Jember pada Selasa (12/09) siang. Aksi yang dilakukan dengan orasi sekaligus penggalangan dana itu merupakan bentuk kepedulian umat muslim warga Jember atas tragedi kejahatan genosida yang dialami muslim Rohingya, Myanmar beberapa waktu ini.

Berbagai bentuk aksi simpatik dan solidaritas untuk muslim Rohingya terus digencarkan oleh beberapa kalangan di penjuru tanah air, salah satunya di Jember. Sejumlah warga Jember yang terdiri atas ulama, kiai, ustad, santri, dan umat Islam peduli Rohingya turut pula menggelar aksi tersebut.
Sebagaimana yang telah diketahui dunia, umat muslim Rohingya mengalami penganiayaan dan pembantaian sejak beberapa tahun silam. 

Dalam orasinya, orator pertama, Ustad Mashuri menyampaikan, sesungguhnya untuk mengerti penderitaan umat muslim Rohingya tak perlu melihat dari sudut pandang agama, menilai dari sisi kemanusiaan itu saja sudah cukup. “Oleh karena itu, siapapun yang tidak punya rasa empati (terhadap penderitaan muslim Rohingya) dan hanya peduli dengan urusan dunia, pangkat, jabatan, harta, dan kekayaan, maka hal itu tidak ada artinya apa-apa dihadapan Allah,” ungkap Ustad Mashuri.

Kita Serukan kepada Anda semua, lanjut Beliau, yang memiliki kekuasaan, pangkat, jabatan, dan senjata, yang berkedudukan sebagai jenderal maupun kopral, presiden, bupati, ketua RT, bahkan yang berkedudukan sebagai rektor, mahasiswa, dan dosen, jika tidak sedikit pun ada kepeduliaan terhadap nasib kemanusiaan (di Rohingya) maka di hadapan Allah (Anda) tidak ada artinya apa-apa. 

Massa Berorasi

Orator kedua, Ahmad Anwar Nuris juga menyampaikan, umat muslim Rohingya sangat membutuhkan uluran tangan dari umat muslim dunia. “Kepada siapa mereka berlindung ketika negaranya sendiri mengusir mereka dan kepada siapa lagi mereka akan berharap jika bukan kepada saudara seiman mereka?” tanyanya retoris.

Mantan aktivis mahasiswa Jember itu juga menuturkan, bentuk nyata solidaritas terhadap umat muslim Rohingnya tidak cukup hanya dengan kecaman-kecaman atau pun berupa bantuan logistik. Hal itu karena, lanjut Nuris, tragedi di Rohingya merupakan tindakan militer. “Maka untuk mengakhiri penderitaan muslim Rohingya juga perlu tindakan militer,” tegasnya.

Di akhir sesi dalam aksi itu, ketua koordinator lapangan, Rudi Prasetyo tampil untuk menyampaikan pernyataan sikap dari komunitasnya berupa tiga poin utama. 

Pertama, sedianya pemerintah Indonesia mengadakan diplomasi politik yang intens dalam rangka menekan pemerintah Myanmar untuk tidak bersikap represif kepada suku Rohingya. 

Kedua, sedianya pemerintah Indonesia mengirim pasukan perdamaian ke Myanmar, sebagaimana dulu Kontingen Garuda (KONGA) atau Pasuka Garuda pernah dikirim oleh pemerintah Indonesia untuk ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di negara lain. 

Ketiga, sedianya pemerintah Indonesia membuka perbatasan negara untuk menerima para pengungsi Rohingya, sebagaimana yang pernah terjadi tahun 2015 silam.

Di samping orasi, aksi juga disertai dengan membentangkan poster dan spanduk. Beberapa poster dan spanduk yang bertuliskan “Tragedi Rohingya, Bukti Kaum Muslim Butuh Kesatuan dan Kekuatan Umat Islam”, “Save Rohingya, Lukamu Luka Kami Semua”, “Hentikan Pembantaian Rohingya”, dan lainnya turut menghiasi tempat aksi. 

Selain itu, aksi yang berjalan selama dua jam itu juga mengadakan penggalangan dana untuk muslim Rohingya. Berdasarkan informasi dari tim penggalang dana, jumlah dana yang berhasil terkumpul yakni Rp 2.045.000. “Untuk selanjutnya, dana itu akan kami serahkan kepada pihak yang bertugas untuk kemudian disalurkan kepada korban Rohingya,” katanya.[MO]


Reporter Lapangan: Santuso

Posting Komentar