Yogyakarta| Mediaoposisi.com- Kepolisian bermain api terhadap umat Islam dalam merespon isu Rohingnya. Kapolri,Tito Karnavian bukannya mengapresiasi niat baik umat Islam namun ia justru menuding ada maksud negatif di balik  isu Rohingya.

Dikutip dari tribunnews.com,beberapa waktu yang lalu Tito pernah berujar “Isu ini lebih banyak digunakan untuk konsumsi dalam negeri dalam rangka membakar sentimen masyarakat Islam di Indonesia untuk antipati kepada pemerintah," ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/9)

“Sekarang ada isu baru yang kira-kira bisa dipakai untuk goreng-goreng. Ini penelitian ini. Software opinion analysist," imbuh Tito tanpa menjelaskan lebih lanjut tentang pendapat kontroversialnya.

Anggapan tersebut menuai bantahan keras dari kalangan mahasiswa,salah satunya berasal dari kampus berpelat merah di Yogyakarta, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Presiden BEM KM UPN Slamet Kastoro menilai penyataan Tito tidak memiliki dasar kuat.

”Tak ada hubungan isu Rohingnya dengan Jokowi” tegas Slamet dalam diskusi terbuka bertajuk “Sorot Rohingya : Menakar Rasa Kemanusiaan Mahasiswa” di Parkir Selatan UPN Rabu (20/9).

”Ini semata mata masalah kemanusiaan” imbuhnya tegas.

Slamet juga menambhkan pentingnya melakukan pencerdasan kepada masyarakat untuk menanggapi isu Rohingya.

Diskusi tersebut dihadiri oleh puluhan mahassiwa dengan mengundang pembicara dari berabgai elemen mahasiswa seperti BEM KM UPN, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) ,Kammi DIY, serta pimpinan redaksi Mediaoposisi.com. [MO]

sumber : kontributor Mediaoposisi.com




Posting Komentar