Spesial Redaksi| Mediaoposisi.com- Sosok Panglima TNI, Jenderal Gatot muncul dewasa ini bak pihak yang membela umat Islam ketika berbagai framing negatif dan tudingan miring terhadap umat Islam. Gatot muncul ketika bersuara setelah aksi 411 yang diwarnai provokasi hingga terjadi kericuhan.

Selasa, (8/11). Dalam ILC bertajuk “Setelah 411”,sosok Jenderal Gatot mulai muncul ke permukaan dengan memuji jutaan umat Islam yang melakukan aksi bela Islam.   

Saya bangga kepada para pendemo yang seluruhnya patuh kepada ulamanya, habaibnya." puji Gatot.

Tidak hanya itu, Gatot mengecam tudingan banyak pihak bahwa provokator kerusuhan berasal dari kalangan pendemo.



Dikutip dari republika.co.id, Gatot memberikan tanda keberpihakannya pada umat Islam. “Saya sebagai umat Islam tahu betul bahwasanya saudara-saudara Muslim saya yang melaksanakan demo kemarin adalah orang-orang baik yang berangkat dari masjid-masjid untuk menyampaikan aspirasinya,”ujar Gatot.

Dalam berbagai kesempata, ia sering memberikan sinyalemen psotif terhadap umat Islam

"Apakah sejak perjuangan itu, yang mayoritas dilakukan umat Islam, lalu dipertahankan umat Islam dan kemudian umat Islam yang merusaknya? Tidak mungkin!" ucap Gatot Nurmantyo ujar Gatot dalam talkshow "Rosi yang tayang di Kompas TV, Kamis (4/5). 

"Buktinya aksi 411, 212, aman, damai, dan tertib," imbuh mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu.

Ia lantas berkunjung ke umat islam di berbagai penjuru Indonesia dengan memberikan statemen positif kepada umat Islam. Salah satunya ke ormas terbesar di Indonesia, Muhammadiyah.

TNI tidak bisa menjaga negara tanpa ulama, santri, dan para kader Muhammadiyah," ujar Gatot di Masjid Islamic Center UAD, Minggu (4/6).

Kesultanan Islam di Indonesia yang memiliki sejarah perlawanan terhadap Portugis, Tidore mengapresiasi sikap Jenderal Gatot dengan tak tanggung tanggung memberikan gelar kehormatan kepada Jenderal Gatot.

Dikutip dari rmol.co, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ketika berkunjung ke Tidore menerima gelar kehormatan Kesultanan Tidore “Kapita Malamo Nyili Gulu-Gulu Kesultanaan Tidore” yang artinya Panglima Perang Besar di Wilayah Jauh Kesultanan Tidore.

Gatot lalu mengingatkan kepada umat Islam untuk terus menjadi umat yang rahmatan lil alamin.

Kita adalah muslim yang Rahmatan Lil Alamin dan muslim yang selalu sadar bahwa Allah SWT selalu memberikan rahmat dan rahim atau kasih sayang kepada kita semuanya” ujar Jenderal Gatot di Istana Kesultanan Tidore, Maluku Utara, Kamis (8/6).



Gatot pun dalam kesempatan itu memuji perstuan umat Islam dalam aksi bela Islam.
Semuanya berjalan dengan tertib dan aman, ini yang membuat dunia menjadi kagum dengan muslim di Indonesia dan ini semuanya harus kita pertahankan,” ungkap Gatot.

"Yang menyatukan bangsa ini ulama, yang memotori perjuangan ulama, yang merumuskan dasar negara agar langgeng abadi Ulama, tidak mungkin ulama akan merusak bangsa ini," kata Gatot saat dihadapan ribuan jamaah Majlis Tafsir Alquran (MTA) Surakarta, Ahad (30/7) siang.

Terlepas dari tudingan bahwa Jenderal Gatot sengaja besimpati kepada umat Islam karena akan maju di pemilu 2019 ,kedekatan Jenderal Gatot bisa kita doakan supaya ia menjadi sosok Khalid Bin Walid



Khalid bin Walid adalah sosok tentara kaum muslim yang pernah memerangi umat muslim ketika ia masih kafir dan menang. Julukan Syaifullah diberikan padanya karena semangat jihadnya yang menggelora dan mahirnya kemampuan berperangnya.

Tidak ada salahnya mendoakan Jenderal Gatot yang tampak dekat dengan umat Islam untuk berpihak sepenuhnya pada umat Islam khususnya terkait aktivitas dakwah Islam yang seolah dipasung pasca penerbitan Perppu Ormas yang kontroversial tersebut. [MO]

sumber : berbagai sumber

Posting Komentar