Massa Dicegat Aparat Kepolisian 

Mediaoposisi.com- Dalam Pantauan Jurnalis mediaoposisi.com terjadi penghadangan massa yang akan mengikuti aksi di Magelang Jum'at,8/9/2017. Hampir disemua jalan masuk Magelang di blokade oleh aparat kepolisian dan peserta disuruh kembali. Tindakan ini merupakan sebuah tindakan yang berlebihan. Alih-alih membuat keamanan justru polisi bertindak antipati terhadap umat islam.

Pengamanan dari pihak aparat kepolisian pada saat Aksi Solidaritas Bela Rohingya terlalu berlebihan. Jika alasannya untuk menjaga candi Borobudur, maka hal tersebut kurang bijak. Karena sejatinya ummat Islam pada Jum'at itu ingin berkumpul dan berdo'a bersama.

Kalau pun mau menjaga candi Borobudur, mestinya penjagaan yang sangat ketat cukup di sekitar candi Borobudur saja atau sampai jarak 1 KM dari candi. Tidak perlu penjagaan berlapis mulai dari pintu masuk Provinsi Jawa Tengah sampai pintu Masjid An-Nur. Ummat Islam bukan teroris ! Yang melakukan pembantaian di Myanmar, Iraq, Suriah, Palestina, Afrika Tengah, dan Bosnia bukan Ummat Islam !


Massa Akhirnya Jalan Kaki Untuk sampai ke Magelang

Dampak dari penjagaan yang terlalu berlebihan adalah penghadangan. Jika Ummat Islam bersikeras untuk menuju lokasi Masjid An-Nur, maka syaratnya harus berjalan kaki.


Gambar diatas adalah Peserta Aksi dari Klaten dan Sleman yang berjalan kaki mulai dari Jl. Magelang ! sampai ke lokasi. Umat islam selalu dicurigai dan di fitnah dengan berbagai Alasan untuk melakukan kegitan termasuk Aksi Solidaritas.

Polisi Lakukan Penghadangan
Padahal Maksud aksi digelar di borobudur untuk menunjukan kepada dunia betapa sangat Toleranya Umat Islam di indonesia terhadap agama yang berbeda. tapi ini disalah pahami oleh aparat kepolisian.

Bahkan Rombongan KOKAM Cabang Blimbing, Sukoharjo dihadang aparat kepolisian di jalan menuju Masjid An Nuur, Kompleks Pemkab Magelang.

Aksi penggalangan dana kemanusiaan Rohingya sekaligus doa bersama dilakukan setelah Shalat Jum'at.

Namun beberapa rombongan tertahan pihak kepolisian. Padahal KOKAM ikut untuk mengamankan acara juga agar tidak disusupi pihak lain.


KOKAM Muhammadiyah di cegat Polisi
Massa dari Solo dan sekitarnya juga mendapat penghadangan di daerah Boyolali Jawa Tengah. Tindakan ini jelas menghalangi solidaritas umat islam yang akan melakukan doa bersama di Magelang.

Nitizen yg akan ikut Aksi di hadang Polisi dan disuruh Pulang


Atas Kejadian tersebut citra polisi dimata masyarakat pun kian jatuh dan tidak mengayomi masyarakat seperti apa yang di gaungkan. Masyarakat saat ini sudah bisa menilai bagaimana tindakan aparat yang kerap menyudutkan umat islam.



  [MO/oky]

Posting Komentar