Jakarta| Mediaoposisi.com- Pasca ramai isu bangkitnya PKI serta menjelang peringatan G30 S PKI pada akhir september. Jendral Gatot menyebut ada pihak tertentu yang mengatasnamakan Jokowi untuk mengimpor 5 ribu senjata dengan ilegal.

Berita mengagetkan ini disampaikan chanel Radio Elshinta melalui akun twitternya Jum'at (22/9) siang ini.

"Panglima TNI menyebutkan ada institusi tertentu yang mencatut nama Presiden untuk mendatangkan 5 ribu senjata secara ilegal. (ros)." Demikian isi posting akun twitter @RadioElshinta, Jum'at, 22 September 2017, pukul 12.42 WIB.

Dikutip dari kumparan.com ,pemerintah dalam hal ini Menkopolhukam memilih diam.
“Tanya Panglimalah," tegas Wiranto saat ditanya wartawan soal statemen Panglima TNI. Namun, Wiranto mengaku dia sudah melaporkan soal laporan Panglima TNI ini ke Presiden Jokowi.

"Sudah. Tadi saya dari sana. Saya kan tadi dari Cilangkap," tutur Wiranto. Lebih lanjut mengenai isu soal impor senjata ini, menteri yang mantan orang dekat Soeharto ini enggan menjawab.

 Bila informasi impor senjata ini benar adanya, Indonesia pernah mengalami kejadian serupa dengan yaitu usulan munculnya angkatan ke 5 berupa buruh yang dipersenjatai. Akankah angkatan ke-5 akan muncul di era Jokowi ini ?

Angkatan kelima sendiri adalah usulan dari PKI saat era demokrasi terpimpin, PKI berdalih banyaknya Konflik seperti Irian Barat (Trikora) dan Ganyang Malaysia (Dwikora) membutuhkan banyak sukarelawan-sukarelawan, PKI lantas mengajukan usul kepada pemerintah/Presiden untuk membentuk angkatan kelima yang terdiri atas kaum buruh dan tani yang dipersenjatai.

Hal ini menimbulkan kegusaran dikalangan militer khususnya Angkatan Darat karena komunisme memiliki sejarah menggunakan kekuatan petani dan buruh yang dipersenajtai untuk memberontak. Seperti di  Rusia maupun RRC.

Pertanyannya, benarkah Neo-PKI bermain di balik ini ? [MO]

sumber : berbagai sumber

Posting Komentar