Mahasiswa turun aksi bela muslim Rohingya

Jakarta,Mediaoposisi.com-Lintas Gerakan dan Organisasi mahasiswa mengadakan aksi demonstrasi mengecam tragedi rohingya, gabungan yg terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Dan Presidium Mahasiswa Bela Rakyat (PMBR) mengadakan  aksi tersebut yg dimulai pada pukul 01.30 wib pada Kamis siang ini 7 September 2017 di depan Kementrian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Myanmar. 

El Hakim sebagai perwakilan orator aksi tersebut menyatakan tragedi yang terjadi di Myanmar merupakan persekongkolan pemerintah myanmar dengan Militernya untuk membantai Maysarakat Muslim Myanmar(Rohingnya).

Sehingga kami berpendapat bahwa tragedi pembantaian Masyarakat Muslim Rohingnya di Myanmar bukan saja melanggar Agama tapi sudah lebih jauh yaitu telah mengganggu Agama Islam. Karena yang di bantai hanyalah Masyarakat Muslim, apalagi pembantaian juga di lakukan pada saat masyarakat Muslim Rohingnya Myanmar menjalankan ibadah Sholat, dan  Rumah ibadah(Masjid) di bakar. Hal tersebut membuat pemerintah Myanmar bahkan lebih kejam dari Palestina.



Massa Mahasiswa Aksi Bela Muslim Rohingya


Sehingga kami mempunyai beberapa ultimatum sekaligus Tuntutan

1.Mendesak Presiden RI Untuk putuskan hubungan bileteral dengan Myanmar

2.Usir Kedubes Myanmar dan tarik kedubes Indonesia untuk Myanmar

3.Tolak Myanmar hadir ke Indonesia untuk mengikuti Aseans Games 2018 Nanti di indonesia

4.Mengajak Seluruh Masyarakat Indonesia lebih khususnya Yang beragama Muslim untuk berdoa dan terus menyampaikan kepada Pemerintah RI, PBB, Negara-Negara Asean Untuk menyelamatakn Masyarakat Muslim Rohingnya.

Pembantaian Muslim Rohingya merupakan tamparan keras bagi pemerintah Myanmar mengingat pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi merupakan peraih penghargaan Nobel perdamaian. Tapi justru sikapnya kepada kaum muslimin tidak membuat damai dan  melakukan pembersihan etnic serta memusuhi. Sebagai bagian umat Islam maka kita berkewajiban membela saudra-saudara kita yang tengah dibantai teraniaya di Rohingya. [MO/fk]




Posting Komentar