*Waspada! Komunisme PKI Bangkit !*
Oleh: Ahmad Khozinudin, SH
(Ketua Koalisi Advokat Penjaga Islam/0821.2304.5279)


Pertarungan ideologi terus berlangsung sepanjang sejarah. Jasad boleh larung berkalang tanah, nyawa bisa meregang tercerabut dari badan, kekuasaan bisa beralih dan dipergilirkan, tetapi keyakinan ideologi tetap abadi terpatri pada jiwa-jiwa yang mengembannya.

Setelah komunisme PKI gagal pada beberapa petualangan politik di negeri ini, akhirnya pada 1965 PKI dipaksa dikubur sejarah dan untuk beberapa waktu yang lama, pergerakan komunisme PKI hanya bergeliat dan digalakkan dari lorong-lorong tanah.

Tikus-tikus PKI terus bergerilya dari tiap sudut got dan saluran tanah, mencoba mencari sumber sinar matahari, mencoba membuat lubang, untuk kemudian keluar dan menampakan jati dirinya.

Saat ini, komunisme PKI telah berani keluar dari lubangnya, berdiri bahkan -meski terlalu dini- telah berani berdiri congkak, menjulurkan orasi dan Ujaran perlawanan, agitasi-agitasi penyatuan paham, dan bergerak untuk merealisir dendam sejarah.

Generasi anak dan cucu PKI, setelah diantara sebagiannya mampu meraih tampuk kekuasaan, kembali eksis dengan berbagai kamuflase dan kendaraan, berusaha keluar dan menuntut pengakuan di Republik ini.

Pranata penyesatan sejarah menjadi sarana awal untuk memperoleh legitimasi publik. Komunisme PKI ingin mengasosiasi diri sebagai korban sejarah, korban kebiadaban, korban kejahatan kemanusiaan. Padahal fakta sejarah menunjukan, PKI adalah dalang sekaligus pelaku pemberontakan dan kudeta negeri ini.

Corong-corong PKI telah menyebar baik di lini kekuasaan hingga LSM pegiat hukum. Ujaran tidak penting membahas PKI, lebih baik bicara ancaman robotik adalah contoh Ujaran pembelaan komunisme PKI. Balutan diskusi seni, bahkan tuntutan seminar dan simposium sejarah, yang ujungnya menuntut rekonsiliasi dan permintaan maaf negara kepada pelaku pemberontakan adalah contoh nyata gerakan kebangkitan komunisme PKI.



*Militer, Sinyal Deteksi Dini*
Patut disyukuri institusi militer telah mengambil serangkaian tindakan preventif, dan memencet tombol alarm deteksi dini atas bahaya kebangkitan PKI. TNI telah menginstrusikan untuk kembali memutar film sejarah pemberontakan dan kebiadaban PKI.

Selain ulama dan para santri, militer khususnya matra angkatan darat, sejak lama selalu menjadi penghalang komunisme PKI untuk merealisir visi politiknya.
Bahkan, jenderal militer telah nyata menjadi korban keganasan PKI pada peristiwa gestapu. PKI melihat kunci kekuasaan bisa diambil, jika militer dan ulama bisa ditundukkan. Militer selaku palang pintu penjaga kedaulatan negara, memiliki peran sentral dalam perubahan kekuasaan.
Dalam hal ini, militer telah melakukan serangkaian tindakan preventif untuk mengingatkan rakyat atas ancaman dan bahaya PKI. Geliat kebangkitan PKI wajib diantisipasi. Militer telah sampai pada tindakan dan mengkondisikan dukungan publik untuk bersama memerangi komunisme PKI. Ini penting untuk diapresiasi dan didukung penuh.



*Ulama, komando yang dinanti Umat*
Bagaimanapun peran sentral pergerakan dan perubahan umat ada ditangan ulama. Ulama adalah pemimpin real ditengah masyarakat. Ulama sepanjang sejarah negeri ini, selalu mengambil peran sentral untuk menjaga kedaulatan negara, khususnya dari rongrongan komunisme PKI.
Meskipun diantara ulama-ulama ada perbedaan pandangan tentang beberapa hal, tetapi dalam konteks perlawanan terhadap komunisme PKI semua satu suara.
Komunisme selain secara nyata telah menimbulkan bahaya dan kerusakan, secara konsepsi dengan keyakinan atheisme komunisme telah meniadakan peran Allah SWT selaku Dzat pencipta alam semesta, manusia dan kehidupan.

Atas kesadaran ini, perjuangan ulama untuk memerangi PKI adalah dalam rangka menjaga dan melindungi akidah umat. Penjagaan atas agama, adalah perintah agama yang paling mulia.
Dari sini, perlu ada simpul-simpul penghubung yang menyatukan militer dan ulama agar gerak dan arus pemberangusan komunisme PKI bisa berjalan efektif. Apalagi ditengah keadaan penguasa yang justru abai terhadap peran penting ini.



*Komunisme Tidak Pernah Memberikan Kebaikan*
Rakyat wajib dipahamkan bahwa janji-janji manis komunisme adalah visi utopis yang tidak ada realitas empiriknya. Sepanjang sejarah, baik komunisme ala Marx, Stalin, lenin, mao, Letkol untung, Aidit, semuanya hanya menghasilkan kejahatan dan pencederaan terhadap nilai kemanusiaan.
Dialektika materialisme hanya menjadi dalih pembenar adanya pembunuhan dan pembantaian satu generasi, hanya untuk mencapai visi masyarakat tanpa kelas yang diasumsikan akan berdiri secara adil, makmur dan sejahtera. Materialisme historis pada faktanya adalah sejarah pembunuhan dan pembantaian.

Komunisme telah gagal memahami manusia sebagai insan yang memiliki naluri kebertuhanan. Komunisme tidak dapat memberikan kepuasan akal, kebenaran sejati tidak pula mampu menentramkan hati. Komunisme hanya mampu memberikan janji dan mimpi. Wallahu a'lam. [MO]

Posting Komentar