Bantul| Mediaoposisi.com- Rencana Aksi 299 yang diinisiasi oleh Presidium Alumni 212 untuk menolak kebangkita PKI dan menolak Perppu Ormas menuai sambutan hangat serta dukungan dari berbagai pihak, salah satunya dari BEM STEI Hamfara Yogyakarta.Berikut pernyataan sikap yang dikirimkan kepada redaksi Mediaoposisi.com.

Penyataan Sikap BEM STEI Hamfara Yogyakarta
Pada tanggal 12 Juli 2017,Menteri Poilitik Hukum dan Kemanan,Wiranto mengumumkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang organisasi kemasyarakatan. Pemerintah,melalui Wiranto memiliki alasan bahwa kondisi Negara dalam keadaan yang mendesak Faktanya, Perppu dikeluarkan untuk menjadi modal pemerintah dalam membubarkan ormas Islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)..
Hal ini dilanjutkan dengan penebaran ancaman terhadap orang orang yang disinyalir bersimpati kepada HTI untuk diberhentikan dari pekerjaannya,intansinya bahkan pencabutan status PNS.
Di sisi lain,terdapat pihak pihak yang senang terhadap wacana ini,yaitu kapitalis dan anteknya. Hal ini bisa dilihat dalam setiap opini dan aktivitas HTI yang selalu mengungkap kebobrokan kapitalisme, konspirasi penguasa dan pengusaha,dan pencerdasan politik kepada umat.
Fenomena lain adalah lesunya perekenomian yang menyebabkan tutupnya berbagai toko ritel, lalu pajak yang dibebankan kepada rakyat Indonesia semakin mengingkat.  Tidak hanya itu pemerintah seolah mengabaikan isu komunismen yang kian merebak.
Bila pemerintah serius mengatasi permasalahan Indonesia pemerintah bertindak cepat mengatasi permasalahan  ini, namun pemerintahan rezim Jokowi tidak demkian,justru kenaikan pajak dilakukan lantas dilanjutkan pembiaran Freeport dan kapitalis lain melanjutkan cengekremanannya di Indonesia khsusunya di bidang pengelolaan SDA.
Perekonomian Indonesia yang semakin bercorak kapitalistik yang seharusnya menutut dikeluarkannya Perppu ,namun pemerintah justru mengabaikannya dan justru memilih penerbitan Perppu Ormas yang kontroversial.
Setelah mencermati dan mengkaji keseluruhan fenomena,kami BEM STEI Hamfara sebagai organisasi mahasiswa yang berhak untuk menyatakan pendapat serta bagian dari umat Islam di Indonesia menyatakan
Alasan pemerintah sangat mengada ada dan tidak sesuai dengan realita saat ini,ormas Islam dalam hal ini Hizbut Tahrir Indonesia tidak membahayakan negeri. Justru kapitalisme yang diterapkan di negeri ini adalah musuh utama yang harus dimusnahkan.
Menolak Perpu Nomor 2 Tahun 2017 dan mendesak pemerintah mengeluarkan Perppu yang lebuh urgent yaitu dalam hal perekonomian.
Mendukung aksi 299 yang diinisiasi oleh Presidium Alumni 212 yang bertujuan untuk menolak Perppu Ormas dan menolak kebangkita PKI di Indonesia.
BEM STEI Hamfara siap hadir dalam aksi 299 dan mendukung sepenuhnya aksi tersebut
Menyerukan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi serta elemen pemuda lain  di Indonesia untuk menghadiri dan mendukung sepenuhnya aksi 299 untuk menolak Perpu No 2 tahun 2017 serta menolak kebangkita PKI
BEM STEI Hamfara siap bertanggung jawab dan berdiskusi secara terbuka kepada seluruh elemen bangsa. Bila seruan kami tidak dilaksanakan oleh seluruh BEM serta seluruh elemen pemuda di Indonesia maka BEM STEI Hamfara mempertanyakan keberanian BEM serta elemen pemuda lain di Indonesia.

Bantul, 26 September 2017


Link Video  : disini 
Link FP      : disini



Posting Komentar