Hanif Kristianto


Mediaoposisi.com-Bukan hanya kali ini kedzaliman dan kekerasan terjadi menimpa Muslim Rohingnya di Myanmar. Sudah berpuluh tahun lalu konflik itu tak pernah betul-betul diselesaikan. Apa daya Muslim Rohingnya menjadi korban dari kekejaman orang-orang tak bertanggung jawab.

"Pembiaran kedzaliman di Rohingnya adalah buah dari ketidakseriusan lembaga-lembaga dunia. Yang baru dilakukan sebatas pertolongan belum perlindungan penuh,"ungkap Hanif Kristianto pada mediaoposisi.com, Senin (4/09/2017).

Masyakat di dunia bisa menilai jika nasib minoritas muslim di belahan negara manapun, termasuk Rohingnya, semakin menambah daftar kebohongan publik atas nama HAM dan demokrasi. Pasalnya itu tidak berarti bagi umat Islam, bahkan cenderung umat Islam jadi korban dan sering dituduh dengan teroris dan radikal.

"Faktanya mayoritas muslim di Indonesia justru melindungi minoritas. Lantas, mengapa tatkala muslim menajdi minoritas mereka tak bisa melindungi muslim?"tanya Hanif.

Hanif menambahkan, justru sebaliknya negara yang mengagungkan HAM dan demokrasi menabur debu di muka sendiri. Mereka yang berkoar-koar, mereka pula yang melanggar.

"Demi terwujudnya solusi nyata, tak cukup doa dan diplomasi atau sekadar kecaman. Langkah kongkritnya pemimpin negeri kaum muslim memerintahkan tentarnya untuk membela dan terjun ke Rohingnya. Tidak bisa tidak, karena di sana militerlah yang mendzalimi muslim Rohingnya. Jadi sangat sepadan", ungkapnya menegaskan.

Akankah dunia hanya sekadar menyaksikan pembantaian demi pembantaian, tanpa bisa diselesaikan? Inilah kompleksitas permasalahan atas Rohingnya dan di belahan dunia lainnya.[MO/ba]

Posting Komentar