AUDIENSI KE DPRD, FOKUS JEMBER SAMPAIKAN ASPIRASINYA KE WAKIL RAKYAT




Mediaoposisi.com, Jember – Sejumlah alim ulama yang mengatasnamakan Forum Kyai dan Ustadz (Fokus) Jember, pada Jumat (22/09) adakan audiensi ke kantor DPRD Kabupaten Jember. Dalam kunjungannya itu, mereka bermaksud menyampaikan aspirasinya terkait penolakan Perppu Ormas No.2/2017 kepada wakil rakyat.

Sekira pukul 10.00 WIB, beberapa perwakilan dari forum itu yang berkunjung ke DPRD Jember langsung disambut oleh pendamping komisi C, Mohammad Kariwi. Dalam pembukaannya, ulama sekaligus sesepuh dari Fokus Jember, K.H. Mochammad Bachri menyampaikan maksud dan tujuan kunjungannya.

Kyai berikut tokoh masyarakat asal Mumbulsari, Jember itu menyampaikan, maksud pihaknya bertandang ke DPRD Jember ialah untuk menyampaikan pernyataan sikap tentang penolakan atas diundangkannya Perppu No.2/2017. “Kami dari Fokus Jember berkunjung ke sini untuk menyampaikan pernyataan sikap terkait penolakan Perppu No.2 Tahun 2017,” terangnya.

Setelah dipersilakan Kariwi, salah satu anggota Fokus Jember, Ustadz Izzat Muttaqin melanjutkan acara audiensi itu dengan membacakan pernyataan sikap. “Kami, para kyai dan ustadz yang tergabung dalam Fokus Jember menyatakan, menyerukan kepada pemerintah untuk menghentikan pihak manapun yang melakukan upaya kriminalisasi terhadap ulama, tokoh, ormas, dan aktivis Islam,” tandasnya. Karena hal itu, sambung dia, merupakan kejahatan besar dan menciptakan keresahan di masyarakat.

Alim Ulama Jember Sambangi DPRD Tolak Perppu Ormas


Ustadz Izzat menyerukan, sedianya DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Timur, dan DPRD Kabupaten Jember menolak Perppu No.2/2017 yang pasal-pasal di dalamnya secara nyata merugikan nasib Islam dan kaum muslim. Menurutnya, perppu tersebut berpotensi dijadikan sebagai alat kekuasaan untuk menghambat dakwah Islam.

“Kami akan mencatat partai-partai mana saja yang tidak berpihak kepada Islam dan nasib kaum muslim, selanjutnya kami sampaikan kepada muhibbin atau pengikut kami agar tidak memilih partai-partai tersebut,” tegas dia. 

Ustadz Izzat juga menambahkan, pihaknya mengingatkan kepada pemerintah dan pihak manapun agar segera menghentikan kebijakan atau upaya-upaya yang berdampak kepada kesengsaraan umat Rasulullah Saw. Karena siapa saja yang menyengsarakan umat Rasulullah Saw., lanjutnya, akan mendapat kesengsaraan di dunia dan di akhirat.

“Siapa saja yang menjadi pengatur urusan umatku, lalu ia menyulitkan mereka, maka sulitkanlah dia. Siapa saja yang pengatur urusan umatku, lalu ia bersikap lemah-lembut, maka lemah-lembutlah kepadanya,” tuturnya yang ia cuplik dari sebuah hadits.

Usai membacakan pernyataan sikap, audiensi ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin Kyai Abdul Karim, pimpinan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tanggul, Jember. Selanjutnya, pihak Fokus Jember berharap agar pernyataan sikap ini disampaikan kepada seluruh pejabat yang berwenang di lingkup DPRD Jember, mengingat pada saat kunjungan audiensi ini, pejabat-pejabat yang bersangkutan sedang berapat di luar kota. [MO]


Reporter lapangan: Santuso


Posting Komentar