Polisi menangkap pelaku ujaran kebencian



Media oposisi. com, Yogyakarta - Baru-baru ini aksi Muhammad Farhan Belatif (18) atau ringgo yang diduga mengunggah ujar kebencian terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi berakhir sudah. Akhirnya Farhan mendekap di penjara karena statusnya di facebook yang menyebabkan dia  ditangkap jajaran polrestabes Medan, jumat 18 Agustus 2017.

“Statusnya sudah ditingkkan menjadi tersangka”, ujar Kabid Humas Polda Sumut, atas perbuatannya Farhan di jerat pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 subsider Pasal 27 Ayat 2 UU 19/2016 atas perubahan UU 11/2008 tentang informasi dan transaksi Elektronik (ITE).

Saat di tangkap, polisi juga menyita barang-barang bukti diantaranya dua unit laptop untuk menyatakan sikap bencinya terhadap presiden jokowi, satu buah flashdisk berkapasitas 16 GB yang berisi gambar jokowi yang telah diedit, tiga unit hanpone, dan dua unit router.

Muhammad Farhan atau Ringgo ditangkap hanya karena statusnya yang berisi kritik terhadap Presiden Jokowi,  padahal jika di telaah ini hanya permasalahan sepele, pasalnya banyak para pelaku korupsi yang tidak di  proses secara hukum, malah dibiarkan saja.

Selain Farhan ada beberapa orang lain yang tengah menjalani proses hukum karena menebar ujaran kebencian dan kritik terhadap presiden jokowi di media sosial, padahal mereka hanya mengutarakan pendapatnya saja.
Maka dari itu para netizen atau pengguna media sosial harus berhati-hati dalam membuat status tentang pendapat atau kritik terhadap presiden jokowi agar tidak berujung jeratan.

Dengan permasalahan Farhan ini bisakah Rezim Indonesia dikatakan adil atauka mulai bertindak diktator ?[Mo/adt]

Posting Komentar