Jakarta| Mediaoposisi- Poyek kontrovesial Meikarta Cikarang milik Lippo Grup yang tidak berizin dan sarat kepentingan makar ini menuai banyak kecaman,bahkan ada yang menyeru untuk menghentukan proyek itu.

“Teror Meikarta ini harus dihentikan,” tegas pengamat politik Muslim Arbi (1/08)

Muslim mengatakan bahwa proyek Meikarta yang kontrovesial akan menimbulkan konflik sosial karena harga properti di Meikarta yang berksiar 300-400 juta tidak terjangkau kalangan bawah.

“Proyek ini seperti api dalam sekam yang bisa memunculkan konflik bila tidak diatasi secara cepat,” kata Muslim.

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak bisa berbuat apa apa menghadapi proyek Meikarta milik Grup Lippo. Pasalnya enam proyek infrastruktur andalan pemerintahan Jokowi dikabarkan telah dimasukkan ke dalam materi promosi Meikarta.

“Bisa jadi proyek Meikarta ini terkait dengan aliran dana Pilpres 2019, di mana Lippo Group membantu dana kampanye Jokowi,” ungkap Muslim.

Lippo Group dalam aktivitas bisnisnya tampak erat dengan Jokowi, bahkan beberapa waktu yang lalu. Mochtar Riady,pendiri Lippo Group yang turut terjun ke dunia properti mendukung penuh kebijakan Jokowi dalam pembangunan infrastruktur.

“Kita tahu infrastruktur itu betapa pentingnya bagi pembangunan perekonomian suatu negara dan saya yakin suatu ketekadan pemerintah Republik Indonesia sekarang ini pasti akan membawa bangsa kita ke dalam satu era yang lebih baik," kata Mochtar,(26/10/2016). [MO]

sumber : berbagai sumber

Posting Komentar