Anak-Anak Sedang Melakukan Tepuk Anak Sholeh




Banyumas| Mediaoposisi- Lagu Anak Sholeh adalah lagu yang lazim dinyanyikan anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Islam sejak lama. Sejauh ini tidak ada yang mempermasalahkan, namun tiba tiba lagu yang diiringi tepukan tersebut dipersoalkan oleh Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Banyumas.

Ketua Himpaudi, Khasanatul Mufidah di Gedung Ki Hajar Dewantara Kompleks Dinas Pendidikan Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (28/7), menuntut agar kegiatan menyanyikan lagu tersebut dihentikan karena membahayakan kebhinekaan.



Mufidah menganggap tepuk Anak Sholeh yang diakhiri 'Islam Yes, Kafir No', bisa menjadikan anak anak terjerumus dalam hal hal yang ia anggap tidak toleran. "Lagu dengan akhiran seperti itu melatih anak intoleran dan merusak kebersamaan. Dikhawatirkan nantinya berlanjut ke jenjang pendidikan berikutnya," kata Mufidah.

Ia tidak menjelaskan dampak nyata dari pengaruh tepuk Anak Sholeh dengan tindakan yang dianggap intoleran dan menolak kebersamaan. Padahal lagu tersebut sudah ada sejak lama,hal ini mengundang kecaman keras dari Aisiyah.

Organisasi sayap Muhammadiyah tersebut melalui Ketua Pengurus Daerah Aisyiyah Banyumas Zakiyah mengecam keras tuduhan lagu Anak Sholeh mengancam kebhinekaan.

Aisyiyah Banyumas : Sejak saya masih TK, juga sudah ada lagu itu. Selama ini, juga tidak ada masalah. Kenapa kok baru dipersoalkan sekarang?

Zakiyah mengatakan lagu tersebut sudah sangat lama ada dan kerap dinyanyikan anak-anak PAUD dan TK di lingkungan Aisyiyah. Selama itu pula, tidak persoalan dengan pertumbuhan akidah anak-anak. 

"Sejak saya masih TK, juga sudah ada lagu itu. Selama ini, juga tidak ada masalah. Kenapa kok baru dipersoalkan sekarang?" kata dia, Senin (31/7). 



Aisyiyah Merupakan Organisasi sayap Muhammadiyah


Menurut Zakiyah, jika diteliti secara cermah maka syair lagu Anak Sholeh tersebut juga tidak bertentangan dengan akidah Islam. Termasuk syair 'Islam Yes, Kafir No'. 

Dengan lagu tersebut, kalangan pendidik justru berupaya menanamkan aqidah Islam pada anak-anak usia dini agar tidak kafir saat dewasa. "Dengan pemahaman seperti ini, saya justru jadi bertanya sebenarnya salahnya di mana?" kata Zakiyah. 

Dia menegaskan, dengan menyanyikan lagi tersebut bukan berarti anak-anak kemudian diajarkan untuk bersikap tidak toleran. "Tidak tolerannya yang bagaimana? Saya, yang saat masih anak-anak sering menyanyikan lagu itu, saya kira tidak kurang tolerannya. Jadi kenapa dipersoalkan?" tanya Zakiyah retoris. 

Zakiyah mengkhawatirkan,tuduhan intoleran adalah upaya adu domba antar umat Islam. "Marilah kita berpikir jernih. Dalam situasi seperti sekarang, janganlah sesama umat Islam sampai terpancing untuk dibentur-benturkan," tutup Zakiyah

Dr Zakir Naik menjelaskan bahwa kafir memiliki arti orang yang menyembunyikan atau mengingkari kebenaran Islam dan orang yang menolak Islam. Dalam bahasa Inggris, mereka disebut non-muslim,” jelas Dr Zakir Naik dalam satu kesempatan. 

Kafir merupakan istilah dalam islam untuk menyebut orang selain muslim, jadi ini merupakan istilah dalam islam, justru yang menilai intoleran merekalah yang tidak toleran, ini juga menjadi bukti betapa Islamophobia yang berlebihan di negeri ini.[MO]

Video + Lirik Tepuk Anak Sholeh : disini

Posting Komentar