Jakarta| Media Oposisi–Nilai pergerakan tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) pada awal pekan ini masih terus melanjutkan pelemahannya. Padahal, USD sendiri sebetulnya masih dalam tren pelemahaannya.

Mengutip Bloomberg, Senin (31/7) rupiah dibuka di level Rp13.327. Angka tersebut sama dengan pelemahan 9 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di posisi Rp13.318.

Menurut analis pasar uang PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, laju rupiah yang kembali melemah karena tak ditopang sentimen positif, sehingga tak mampu memanfaatkan tren pelemahan USD.

“Laju USD saat ini sedang dalam tren pelemahannya, seiring respon pasar yang kecewa pada gagalnya pemerintahan Trump merubah kebijakan kesehatan Obamacare. Namun sayangnya, rupiah tak mampu ambil kesempatan itu,” jelas dia, di Jakarta, Senin (31/7).

Langkah pemerintahan Donald Trump dalam merubah Obamacare, kata Reza, menjadi ujian dalam melakukan ratifikasi kebijakan-kebijakan yang akan diajukan dalam Senat sebelum dapat diimplementasikan.

Sehingga, usaha partai pendukung Trump gagal melakukan reformasi kesehatan setelah beberapa anggota Senat Republikan mendukung ke Senat Demokrat untuk tetap menjalankan paket kebijakan kesehatan Obamacare itu.

“Dan kondisi pelemahan rupiah karena sebagai antisipasi rilis pertumbuhan GDP dan consumer confidence AS yang diperkirakan akan meningkat. Apalagi juga terapresiasinya EUR itu bisa meningkatkan permintaan akan mata uang tersebut,” jelas dia.

Namun demikian, kata dia, pelemahan rupiah itu diharapkan akan terbatas, sehingga memberikan peluang bagi rupiah untuk kembali bangkit. Apalagi laju USD sedang dalam tren pelemahannya.

“Masih adanya sentimen negatif pada USD setidaknya dapat dimanfaatkan Rupiah untuk dapat berbalik naik yang tentunya juga didukung oleh sentimen dari dalam negeri yang kondusif,” jelasnya.

Meski diharapkan pelemahan dapat terbatas untuk menghindari tren pelemahan lebih dalam, kata dia, tetap saja harus mewaspadai berbagai sentimen yang dapat menahan penguatan rupiah tersebut.

“Diperkirakan support rupiah akan bergerak dengan kisaran Rp13.335 sedang level resisten rupiah di rentang Rp13.320,” atau akan anjluk terus Ujar Reza menjelaskan. [Mo]

Dari Berbagai Sumber

Posting Komentar