Ketua Gerakan Mahasiswa Pembebasan, Ricky Fattamazaya




Jakarta, Media Oposisi-  Ketua Gerakan Mahasiswa Pembebasan, Ricky Fattamazaya mengatakan bahwa: RAPBN 2018 akan genapkan penderitaan rakyat sebab dengan tingginya pajak dan tanggung hutang Rp.17.000.000/ Jiwa. Jakarta (20/8) Saat diwawancarai Jurnalis Mediaoposisi.com.

Pada 16 Agustus 2017 Jokowi membacakan Nota keuangan Untuk RAPBN 2018 yang mana target penerimaan negara Rp.1.878,45 Triliun dari target pengeluaran Rp.2.204,38 Triliun dengan kata lain defisit anggaran Rp.325,95 Triliun yang sudah dapat dipastikan defisit ini akan ditutupi dengan cara Hutang.

Pembebanan kepada rakyat dengan dalih bernama pajak pun menjadi idola utama rezim yang berkuasa Jumlahnya mencapai Rp.1.609,38 Triliun ( 86%) selebihnya diperoleh dari PNPB Rp.267,87 Triliun, Hibah Rp.1,19 Triliun dan Hutang Rp. 399,24 Triliun.

Hutang Negara Yang Terus Naik


Ditambah Utang luar negeri yang semakin meroket seperti yang di release oleh Bank Indonesia jumlah nya mencapai 326,3 Milyar USD ketika dirupiahkan dengan standar per 1 USD = Rp. 13.400 maka  mencapai Rp. 4.372,42 Triliun ini sama dengan setiap warga menanggung hutang Rp. 16.817.000. Ujar Ricky

"Apalagi janji- janji kesejahteraan hanya sebatas  pidato politik pencitraan semata, kosa kata pidato politik jumlah rakyat miskin berkurang, biaya pendidikan terjangkau, pelayanan  kesehatan semakin baik dll namun pada kenyataan ukuran miskin ketika pendapatan per harinya dibawah Rp.11.000, dana pendidikan semakin melangit lihat saja UKT yang diterapkan di perguruan-perguruan Tinggi, Persoalan BPJS yang tiada ujungnya. Lalu rezim hari ini teriak merdeka kami pancasila.

Ricky Juga berpendapat bahwa harusnya negara memiliki neraca anggaran yang ideal dalam artian pemasukan haruslah lebih besar dibanding pengeluaran, mengidolakan pajak dan hutang adalah mental penjajah bukan penguasa yang mencintai negerinya. Sepatutnya neraca anggaran dibangun dari pemasukan dari PNBP ( Pemasukan Negara Bukan Pajak) Migas, Hutan, Tambang Laut dll, Ambil alih Freeport, Chevron dari Amerika serikat, Kelola hutan yang selama ini diberikan kepada asing dengan dalih Perijinan IUPK, IUPHHK HATI dll.

Penyusunan RAPBN Yang Tidak Pro Terhadap Rakyat

Jika Benar cinta pada negeri kenapa justru menyerahkan sumber daya Alam kepada Asing dengan barbagai dalih investasi dan  membebani rakyat sendiri dengan pajak dan hutang, apakah ini yang disebut pemaknaan rezim Jokowi - JK  menyatakan merdeka dan pancasilais? Ataukah kebalikan dari itu semua justru yang anti Pancasila sebenarnya adalah rezim yang berkuasa hari ini. 

Sistem kapitalis liberalis memunculkan  NeoImperialisme dan itu hanya bisa dijawab dengan sistem Islam termasuk diantaranya adalah ekonomi Islam yang menghilangkan penderitaan yang dialami rakyat sekarang ini. Maka untuk mengatasi sistem ekonomi yang macet ini memang diperlukan perubahan, oleh karenanya mari kita dorong bersama-sama agar terjadi perubahan.[Mo]



Posting Komentar