Banyumas| Mediaoposisi- Mufidah,sosok kontroversial penolak tepuk Anak Sholeh menuai perhatian dari redaksi medaioposisi.com .Berdasarkan hasil penyelidikian kami, ternyata sosok tersebut berasal dari Muslimat NU. Ia menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotan Muslimat NU Banyumas Periode 2015-2020. 
Tidak hanya itu, ia bahkan pernah memicu kontroversi dengan mendukung pembubaran HTI.

“Bergerak melawan mata angin… #BubarkanHTI,” kicau Mufidah di akun Twitter-nya @KhasanatulMuf pada 2 April 2017.



Pernyataan Mufidah bahwa tepuk anak sholeh memicu intoleransi dan radikalisme tersebut menuai kecaman keras dari umat Islam,salah satunya dari dari Ketua Pengurus Daerah Aisyiyah Banyumas Zakiyah. 

Zakiyah  menilai  tidak ada ada yang perlu dipermasalahkan dengan tepuk anak sholeh,karena selama ini tepuk anak sholeh sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan tidak bukti yang jelas bahwa lagu yang diiringi tepuk tersebut membawa bibit radikalisme seperti yang Mufidah tuduhkan.


Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah

Senada dengan Zakiyah, Ketum PP Nasyiatul Aisyiyah,Diyah menyatakan “Saya mendengar tepuk anak sholeh sejak SD hingga hari ini berusia 33 tahun. Toh selama ini tidak ada yang protes dan berlangsungnya beberapa rezim juga tidak ada yang melarang,” jelas Diyah,  pada Selasa (1/8).

Pelarangan ini menurut Diyah sangat tidak beralasan. Tepuk anak sholeh memiliki muatan islami pada teksnya, yakni terdapat pesan kehidupan dan keagamaan yang ditanamkan sejak kecil.

Diyah menegaskan istilah kafir bukanlah istilah negatif“Dalam agama Islam memang ada istilah kafir bagi bukan umat islam,” imbuh Diyah. [MO]

Posting Komentar