Bekasi| Mediaoposisi- Pasca penolakan PKB dan NU terhadap Full Day School (FDS), beragam pihak memberikan pendapatnya.

Pengamat ekonomi politik, Muchtar Effendi Harahap,menilai kebijakan FDS bila diterapkan akan menjadi pukulan telak bagi keberadaan madrasah milik NU.

Muchtar Effendi Harahap

 Ia menambahkan bahwa penolakan Nahdlatul Ulama terhadap kebijakan Full Day School (FDS) tak ada kaitan dengan masalah lain,namun hanya karena masalah ekonomi.

"Ribuan guru khususnya di Jawa Timur akan mengalami PHK, para kiai kehilangan pendapatan," ujar Muchtar (Senin, 14/8).

Muchtar tidak heran dengan tindakan santri yang meneriakkan ancaman pembunuhan menteri.

"Enggak ada pilihan lagi. Karena ini menyangkut dapur," jawab Peneliti Senior Network for South East Asian Studies (NSEAS) ini.

Sehingga, Muchtar meyakini akan ada demonstrasi besar besaran dari NU,bila Jokowi tidak menghapuskan sistem FDS.

Lebih lebih kalangan NU sudah mengancam akan unjuk rasa besar besaran melebihi aksi 212.
"Lebih banyak dari 212. Tapi akan konsentasi di Jawa Timur. Di sana paling besar," tandasnya.

Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah sebelumnya mengecam kebijakan full day schools (FDS). pihaknya bahkan mengancam akan melakukan aksi penolakan besar besaran di Jakarta.

“Ulama NU siap turun ke jalan di Jakarta. Insya Allah lebih besar dari aksi 212. Itu pun jika aspirasi ini tidak ada tindak lanjut,” ujarnyasaat meresmikan Kantor PCNU Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (9/8). [MO]



Posting Komentar