Jakarta| Mediaoposisi- Pengamat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amin Mudzakkir menilai saat ini belum ada pengertian jelas tentang definisi ormas yang antipancasila. Hal ini bisa memicu tudingan kepada pihak teretntu sebagai pihak  anti pancasila tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Ini masih cukup kabur (pengertian antipancasila) dan kalau ada perda bisa diterjemahkan. Kalaupun diterjemahkan maka itu bentuknya lebih kepada penguatan materi ajar supaya anak dan komunitas punya pandangan lebih jelas mengenai mana yang Pancasila dan bukan," tutur Amin di Kantor Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta, Jumat (4/8).

Amin menambahkan,setelah penerbitan Perppu ormas, muncul beragam individu atau ormas yang hanya menjadikan pancasila sebagai retorika semata. Namun, dalam praktiknya individu atau ormas terkait tidak menerapkan nilai-nilai pancasila. Hal itu disayangkan oleh Amin.

"Seperti begitu kan harus diklarifikasi pancasila seperti apa yang dimaksud Perppu. Jangan sampai orang klaim pancasilais tapi kenyataannya enggak," tegasnya.

Sebelumnya,Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto juga mempertanyakan definisi Pancasila versi Pemerintah.
Itu disampaikannya dalam diskusi publik bertajuk "Perppu Ormas untuk Semua" di Cheese Cake, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Minggu (23/7). 

Ismail menilai definisi pancasila menurut pemerintah rawan disalagunakan mengingat tidak ada pihak yang bisa mengujinya.

"Kalau dianggap penafsir yang paling tepat itu adalah pemerintah, maka persoalannya kemudian adalah siapa yang bisa menguji, bahwa tafsir yang dibuat oleh pemerintah itu pasti benar?" ucap Ismail retoris[MO]

Posting Komentar