Jakarta| Mediaoposisi- Kebebasan berpendapat di negeri ini nampaknya sedang digerus. Curhat komika Muhadkly alias Acho mengeni pengelolaan salah satu apartemen di Jakarta berbuntut penetapan Acho sebagai tersangka pencemaran nama baik..

"Tersangka memposting tulisan dan/atau gambar yang bermuatan pencemaran nama baik dan fitnah tentang Apartemen Green Pramuka," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ago Yuwono kepada detikcom, Minggu (6/8).

2 Tahun lalu, Acho mengungkapkan kekecewaannya dengan mengkritisi fasilitas yang disediakan pengembang apartemen Green Pramuka di blog pribadinya. Sialnya, pengembang melaporkan Acho kepada kepolisian karena Acho dituding memfitnah pengelola apartemen Green Pramuka. 

Kutipan tulisan Acho

Waspadalah sebelum membeli Apartemen Green Pramuka City. Ya, saya hanya ingin Anda waspada, bukan melarang Anda beli. Mohon jangan salah paham. Tulisan ini hanya bermaksud menceritakan pengalaman Saya tinggal di Apartemen Green Pramuka City, tanpa bermaksud ingin menghina atau menuduh pihak manapun. Semua yang saya sampaikan di sini adalah fakta dengan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tautan Tulisan Acho

Acho sendiri resmi menyandang status tersangka sejak Juni 2017. Tanpa sepengetahuannya, pengembang apartemen Green Pramuka melaporkannya ke polisi.

"Saya tidak pernah tahu dilaporkan ke polisi. Tidak pernah ada teguran, tidak ada somasi, atau peringatan dari pihak pengembang. Tiba-tiba saya jadi tersangka pada Juni 2017," ujar Acho saat dihubungi, Minggu (6/8). 

Kasus ini menambah panjang kisruh hubungan antara pemilik/penghuni dengan pengelola apartemen yang selama ini sudah sering terjadi. Konflik warga dan pengembang Apartemen Kalibata City yang belum usai,sekarang ditambah dengan kasus Green Pramuka.

Pemerintah dalam hal ini,Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tidak bisa berbuat banyak untuk menyelesaikan masalah ini selain berjanji akan membantu mediasi.

”Tapi itu kan komplen terhadap pelayanan kan ya, jadi kalau ada permintaan ataukah dari YLKI atau pihak Acho kita bisa masuk” kata Kepala Biro Komunikasi Kementrian PUPR, Endra. Endra sendiri enggan menjelaskan solusi apa yang pihaknya tawarkan untuk mengatasi masalah Rusun yang tak kunjung usai di Indonesia. [MO]

Posting Komentar