Jakrta| Mediaoposisi- Beragam problematika yang dihadapi Indonesia, dinilai oleh Ketua Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjutak disebabkan oleh penguasa yang melanggar pancasila. Penguasa saat ini dinilai anti pancasila karena tidak peduli terhadap masalah ekonomi.

“Membiarkan kemiskinan, ketimpangan. Itu anti-pancasila. Kalau membiarkan ketimpangan tak sesuai dengan sila kelima yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” kata Dahnil, Minggu (6/8).

Lebih dari itu, Pancasila dilanggar lagi oleh penguasa dengan membiarkan pelanggaran HAM dan tak ada usaha nyata untuk menyelesaikannya.

”Membiarkan pelanggaran HAM dan tak menyelesaikannya itu pelanggaran sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab,” tutur Dahnil.

Dahnil juga mengecam sikap pemerintah yang mengeluarkan Perppu Ormas sehingga pemerintah menjadikan pancasila sebagai alat menggebuk pihak yang kritis terhadap pemerintah.

“Stop-lah dengan mengeluarkan stigma, seolah-olah mereka yang tak bersepakat dengan pemerintah itu anti-Pancasila,” ujar dia.

”Padahal produsen yang paling sering melanggar pancasila itu adalah penguasa yang tak berpihak kepada masyarakat,” tutup Dahnil.

Senada dengan Dahnil, sebelumnya Fahri Hamzah juga pernah mempertanyakan klaim Anti Pancasila sebelum penerbitan Perppu Ormas.

Fahri Hamzah mempertanyakan maksud pemerintah yang saat itu dikabarkan hendak merevisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan dengan tujuan membubarkan ormas yang dianggap Anti-Pancasila.

Anti-Pancasila itu maksudnya anti apa, apakah betul yang Anti-Pancasila itu hanya rakyat atau ormas? Apakah negara tidak bisa Anti-Pancasila? Apakah pemerintah, pejabat, maupun presiden tidak bisa Anti-Pancasila," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/1) [MO]


Posting Komentar