Mentri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti


JAKARTA|Mediaoposisi.com- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan, kementeriannya tidak akan membuka investasi asing pada sektor penangkapan ikan di Indonesia.

"Menangkap ikan itu urusannya orang Indonesia. Masak nangkap ikan saja kita mesti nyuruh asing," ujar Susi dalam acara "#SusidiRosi" yang ditayangkan Kompas TV, Kamis (3/8/2017). malam di Jakarta.
Menurut Susi, kebijakan ini bukan tentang tak ramah investasi, melainkan soal kedaulatan negara dan mewujudkan ketahanan pangan.

"Kita punya nelayan banyak sekali di Indonesia dan itu tentang kedaulatan laut kita. Misi Presiden dan Indonesia adalah menjadikan laut sebagai masa depan bangsa," kata dia.
Investasi asing, lanjut Susi, tetap boleh masuk ke sektor kelautan dan perikanan di Tanah Air. Namun, Susi mengarahkan ke sektor pengolahan saja jangan sampai ikut campur orang asing ikutan nangkapi ikan kita dan kekayaan laut kita.

Beda pendapat dengan Luhut

Susi menyadari bahwa kebijakannya ini bertentangan dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Luhut berpendapat, sektor penangkapan ikan juga boleh dimasuki investasi asing.

Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan
Soal perbedaan pendapat itu, Susi tidak bisa berbuat banyak selain harus ngotot mempertahankan prinsipnya.
"Jika ada yang berpikiran seperti itu, maka apa yang bisa saya lakukan? Saya sebagai anak bangsa, mencoba yang terbaik, dengan segala risiko tidak disukai bahkan diancam kehidupannya. Maju terus untuk negara ini. Kalau tidak bisa diterima, ya sudah," ujar dia.

"Dan saya tidak harus menerima pola pikir seperti yang tadi (Luhut). Karena saya punya pemikiran sendiri dan saya pikir, pikiran saya sudah sesuai dengan misi Presiden menjadikan laut masa depan bangsa, menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia," tutur Susi.

Terbukti, neraca perdagangan ikan di Indonesia pada 2017 menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara. Impor produk laut kian menurun. Sebaliknya, ekspor hasil laut Indonesia meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Susi juga mengklaim, nilai tukar nelayan meningkat. Begitu pula dengan nilai tukar usaha perikanan dan kelautan, juga meningkat.

Prinsip yang selalu Susi emban yakni, dirinya bekerja untuk Presiden, bukan untuk sosok lain.

"Saya percaya dengan Presiden dan saya bekerja untuk Presiden. Selama Presiden tidak bilang apa-apa, ya saya go ahead," ujar dia.
Dari Perbedaan pendapat ini menjelaskan kepada kita bahwa Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan merupakan orang yang sangat berpengaruh terhadap kebijakan Presiden Jokowi, itulah lantas mengapa banyak sepeak terjang rezim ini di atur oleh nya.

Tapi salut buat bu Mentri Susi yang berani menolak investasi Asing yang di canangkan Menko Maritim Luhut, sebab menurut Susi akan merugikan negara. lebih baik nelayan kita sendiri yang nangkap ikan masa orang asing mau ikutan nangkap ikan di laut kita.[Mo]

Posting Komentar