Bekasi| Mediaoposisi- 6 Juni 2014 Jokowi pernah berjanji dalam masa kepemimpinannya,pertumbuhan ekonomi Indonesia akan ditingkatkan hingga tujuh persen.

“Saya meyakini, kalau hal-hal yang rumit-rumit tadi lebih disederhanakan, hal-hal yang sebetulnya mudah itu lebih digampangkan, saya kira untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tujuh persen juga bukan sesuatu yang sulit.” ucap Jokowi.

Janji manis tersebut diungkapkan Jokowi di hadapan para pelaku usaha saat masa kampanye pemilihan presiden. 

Tak hanya itu, Jokowi juga membeberkan cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan dampak positif pertumbuhan ekonomi tinggi yang ia janjikan.

“Saya kira kita sepakat bahwa pertumbuhan ekonomi itu penting untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Oleh sebab itu yang namanya investasi harus dibuka seluas-luasnya. Investor harus diberikan ruang seluas-luasnya sehingga lapangan pekerjaan akan tercipta di mana-mana,” tutur Jokowi.

Janji memang manis,tapi kenyataan berkata sebaliknya…

Faktanya, setelah Jokowi didapuk menjadi presiden. Kondisi perekonomian Indonesia tak sesuai dengan janjinya,

Pada tahun 2015 , target pertumbuhan ekonomi hanya berkisar 5,8 persen ,jauh dari janji Jokowi yaitu pertumbuhan ekonomi 7 sampai 8 persen. Hal itu menuai pertanyaan dari kalangan DPR.

Dalam rapat kerja pembahasan asumsi ekonomi makro pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015, Anggota Komisi XI DPR, Evi Zainal Abidin bersuara terkait jauhnya target pertumbuhan ekonomi pemerintah dengan janji Jokowi saat kampanye.

"Sebenarnya Fraksi kami berharap angka pertumbuhan ekonomi lebih tinggi sesuai janji kampanye lalu 7 persen-8 persen, dan pernah terucap dua digit," jelasnya, Senin (26/1/2015).

Akhirnya, pemerintah mematok asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada level 5,8 persen di 2015. 

Kenyataanya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi 2015 sebesar 4,79%. Realisasi tersebut ternyata merupakan yang terendah sejak enam tahun terakhir.

Bahkan terendah sejak 2010."Paling rendah pada 2009, jadi ini terendah sejak 2010," kata Kepala BPS Suryamin di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (5/2/2016).

2016 pun Idem ,Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,02 persen di 2016. Masih jauh dari janji Jokowi.

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengatakan pertumbuhan ekonomi tahun ini mengalami perbaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. "Kalau kita lihat, selama satu tahun penuh, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,02 persen.” ucapnya di kantor BPS, Senin, 6 Februari 2017

Untuk 2017 sendiri,Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati sementara target pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,1 persen

Mesikipun pada 10 Juli lalu Pemerintah juga mengusulkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2 persen di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPN-P) 2017 namun tetap saja jauh dari janji Jokowi saat pilpres 2014

Bagaimana 2018 ? Beranikah Jokowi menepati janjinya ?

Wapres,Jusuf Kalla pernah berkata  bahwa pemerintah butuh 700 T untuk capai pertumbuhan 7%,”Kita butuh 1,5 persen lagi untuk menjadi tujuh persen atau dibutuhkan investasi sekitar Rp 700 triliun," kata JK Kamis (18/12/2014)

Bisakah 700 T itu didapat tanpa mempersilakan investor asing mencengkram kukunya di Indonesia lebih dalam lagi ? [MO]





Posting Komentar