Jakarta| Mediaoposisi- Polemik sekolah 8 jam rupanya belum selesai,salah satu partai pendukung pemerintahan yang mempunyai basis massa dari kalangan NU bersuara terkait tersebut.

PKB dengan tegas menolak kebijakan sekolah delapan jam sehari dari Senin hingga Jumat yang diinisiasi oleh Mendikbud Muhadjir Effendy. PKB bahkan mengancam berbalik arah dalam pilpres 2019 jika Jokowi mendiamkan kebijakan yang dinilai anti Islam oleh PKB ini. 


"Jangan sampai teriakan kita dianggap teriakan biasa, ini teriakan serius. Kalau tidak dituruti presiden, kita ingin katakan bahwa Jokowi sudah tidak berpihak kepada diniyah, Jokowi sudah menipu umat Islam, Jokowi sudah tidak perlu kita pertahankan (buat) 2019," ujar Wasekjen PKB Maman Imanulhaq di The Acacia Hotel, Jl Kramat, Jakarta Pusat, Senin (7/8).



Maman mengklaim kebijakan sekolah 8 jam selama 5 hari ini adalah kepentingan umat. Kebijakan yang dikeluarkan melalui Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 ini dianggap mengancam keberadaan Madrasah Pondok Pesantren. 

Maman akan terus mendesak penolakan ini karena kebijakan sekolah 8 hari dinilai sebagai kebijakan yang anti NKRI dan anti Pancasila.



"Ini perlu, ini soal perjuangan umat Islam, ini soal perjuangan sejarah, ini soal pemihakan terhadap NKRI dan Pancasila," anggota Komisi VIII DPR ini. 

PKB sendiri adalah partai yang memiliki basis massa dari kalangan Nahdatul Ulama (NU). Kebijakan ini ditengarai sebagai ancaman terhadap keberlangsungan NU mengingat madrasah dan ponpes yang ada di Indonesia banyak yang berafiliasi ke ormas penerima bantuan 1,5 T tersebut. 

Posting Komentar