Jakarta| Mediaoposisi- Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Ismail Yusanto yakin dan optimis menang dalam sidang uji materi Perppu Ormas. “Kita harus selalu optimis,” ujarnya  Senin (7/8) di Mahkamah Konstitusi, Jakarta.

Ismail menilai tidak ada dasar yang jelas bagi Presiden untuk mengeluarkan Perppu karena tidak memenuhi syarat kegentingan.Sedangkan dari  dari sisi materiil banyak pasal-pasal dari Perppu yang bertentangan dengan konstitusi.

Agenda sidang pada Senin, (7/8) adalah pembacaan alasan menggugat Perppu tersebut yang dilanjutkan dengan pembacaan perubahan pemohon judicial review, dari yang sebelumnya pemohon adalah badan hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menjadi pemohon perorangan yaitu Ir H Ismail Yusanto, MM.

Perubahan itu harus dilakukan karena ini menyangkut status badan hukum HTI. “Yang kita tahu bahwa saat pengajuan permohonan HTI masih ada legal dan berbadan hukum, tapi sehari kemudian pemerintah mencabut karena itu diragukan bahwa HTI mempunyai legal standing pada saat persidangan itu dimulai, untuk menghindari kerugian keputusan yang akan kita ambil ini, jadi kita sepakat semua pemohon itu kita rubah menjadi perorangan yang meskipun perorangan tetap mewakili aspirasi HTI karena saya masih terkait dengan HTI sebagi pendiri atau pengurus HTI,” paparnya.

Ismail Yusanto juga mengatakan dalam sidang tadi juga ada perubahan permohonan yang awalnya disatukan kini dibagi menjadi dua yaitu uji materi formil dan materiil. 

Formil  sendiri terkait dengan  prosedur peyusunan Perppu itu dan materiil berkaitan dengan isi dari Perppu itu.

“Kami akan segera melengkapi berkas itu dan insya Allah pekan depan akan masuk ke sidang materi,”imbuhnya. [MO]

Posting Komentar