Phu Nguyen Trong


Jakarta| Mediaoposisi.com- Kedatangan Sekjen Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong ke Indonesia menuai penolakan dan kecaman dari berbagai kalangan.

Salah satunya berasal dari Pimpinan Rumah Amanah Rakyat (RAR) Ferdinand Hutahaean.
"Lebih baik pemerintah menolak saja kunjungan tersebut daripada menimbulkan friksi di tengah publik. Jangan sampai publik menilai di era Jokowi komunis tumbuh," kata Ferdinand, Senin (21/08).

Selain itu, ia memaparkan bahwa Indonesia sudah melarang paham yang berbau komunisme

"Dilihat saja ke undang-undangnya, apakah kunjungan tersebut berlawanan atau melanggar UU yang ada. Aturannya kan jelas, ada undang-undang yang mengatur dan melarang kita bekerjasama dengan pihak-pihak yang bertujuan menyebarkan ajaran komunis," tegasnya.

 Ia turut menegaskan,pemerintah harus berhati hati dalam menjalin kerjasama ke pihak pihak yang berideologi terlarang di Indonesia.

"Nah, di situ harus jelas, tujuan mereka apa ke Indonesia? Jika mau menjalin kerjasama harus dilihat kerjasamanya apa, jangan sampai diberikan ruang bagi komunis untuk bertumbuh kembang," tegasnya.

Selain itu,Sekelompok pemuda mengatas namakan Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Anti Komunis (GPMAK) berencana akan geruduk Istana Merdeka jika menerima kedatangan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam Phu Nguyen Trong di Indonesia.

Banyak yang akan gabung, tapi saya belum dapat memerinci organisasi mana yang akan datang menolak kedatangan petinggi Partai Komunis Vietnam,” kata Koordinator Lapangan GPMAK Rahmat Himran , Minggu (20/8)

Rahmat turut mempertanyakan urgensi kedatangan Parai Komunis Vietnam ke Indonesia. “Ada apa dengan kedatangan Partai Komunis Vietnam apalagi yang datang gak tanggung-tanggung Sekjen partai,” ujarnya

Sumber : berbagai sumber

Posting Komentar