Yogyakarta| Mediaoposisi- Sebelum pembubaran sepihak HTI oleh pemerintah melalui Perppu Ormas, HTI lazim difitnah sebagai ormas radikal,intoleran,anti pancasila dan anti kebhinekaan. Fitnah tersebut semakin deras menerpa ketika ormas yang gencar mengkampanyekan ide khilafah kepada masyarakat tersebut dibubarkan sepihak oleh rezim Jokowi melalui “Tongkat Perppu Ormas”.

Anggota HTI yang dikenal luas sebagai da’i muallaf, Ust Felix Siauw turut menelan getahnya. Tudingan Anti NKRI sukses ditelan pria etnis Tionghoa tersebut. Bahkan kajiannya untuk remaja dibubarkan oleh massa GP Ansor. Kajian yang bertajuk ‘Cinta Mulia’pada Minggu (30/4) tiba tiba ramai didatangi massa GP Ansor.


Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor NU Kota Malang HM Nur Junaedi Amin berdalih pembubaran acara tersebut demi menjaga keutuhan Pancasila sebagai dasar negara dan menjaga persatuan masyarakat.

“Kami berupaya menjaga kondusivitas lokal di Malang. Bukan dakwahnya yang kita masalahkan, tapi bagaimana doktrin khilafah secara halus dibungkus melalui kegiatan seperti talk show keagamaan dan sejenisnya,” kata Junaedi. Junaedi sendiri enggan menjelaskan bukti bahayanya ide khilafah.

Emha Ainin Nadjib (Cak Nun)

Bukannya sakit hati dan dendam dengan perlakuan underbow NU tersebut, Felix Siauw justru mendatangi kajian  yang diisi oleh tokoh NU ,yaitu Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun. Kajian yang dikenal dengan sebutan “Ma’iyah” tersebut diunggah oleh Felix Siauw di akun facebook resmi miliknya.

Tulisan Ustaz Felix Siauw berjudul 'Sinau Bareng Cak Nun', yang disertai foto Ma'iyah Cak Nun pada Minggu (6/8). Felix memuji dakwah Cak Nun yang dijaga ratusan GP Anshor Yogyakarta tersebut.

"Itulah konsep Ma'iyah Cak Nun dan Kiai Kanjeng, sederhananya kebersamaan bersama Allah. Saya melihatnya persatuan antara budaya dan agama secara harmonis," tulis Ustadz Felix.

Cak Nun sendiri menghargai kedatangan Felix Siauw ke acaranya bahkan mengundang Felix untuk naik ke panggungnya namun ditolak secara halus oleh Felix.

Saya ini ingin menjadi perekat bagi semua pihak. Bertabayun, Berdiskusi, Tukar Pikiran, dan malam ini, kita kedatangan tamu jauh dari Jakarta, ust Felix Siauw, yang saat ini ada di tengah-tengah kita entah di sebelah mana"ujar Cak Nun,Minggu (6/8) di penghujung acaranya.

"Saya banyak tidak sependapat dengan pemikiran dia (ust Felix Siaw) dan dia juga banyak tidak sependapat dengan saya. Setiap orang memang tidak harus sependapat tetapi kebersamaan dan diskusi perlu terus dibangun" imbuh Cak Nun diplomatis.


Felix Siauw dan Rombongan di Kediaman Cak Nun

Tak hanya itu,Felix dan rombongan pada Senin (7/8) datang ke kediaman Cak Nun sembari bersilah ukhuwah dan mengakrabkan diri.

Jadi,benarkah tuduhan anggota HTI itu radikal ? [MO]


sumber :

1. Felix Siauw
2. Doni Riw

Posting Komentar