Yogyakarta| Mediaoposisi- Menyikapi persoalan negara yang carut marut seperti lesunya perekonomian tahun 2017,lalu ditambah hutang yang menumpuk hingga 4000 Trilliun dan tuduhan Islam perusak kebhinekaan.Tak heran bila kata merdeka layak untuk dipertanyakan keabsahannya.

Menurunnya daya beli masyarakat merupakan salah satu bukti nyata lesunya perekonomian di Indonesia. Di Pasar Tanah Abang, pedagang mengeluhkan sepinya pembeli di momen Idul Fitri tahun ini dan menyampaikan bahwa omzet penjualan mereka turun 65% dibanding tahun lalu.

Lesunya perekonomian turut memakan korban, tutupnya seluruh gerai 7-eleven adalah bukti nyata lesunya perekonomian.

Hutang Indonesia sendiri hingga saat ini sudah dianggap bahaya oleh Bank Dunia karena fluktuasinya diatas 30%. Hal ini disampaikan oleh pengamat ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy,kamis 13 Juli 2017. Adapun hutang indonesia sendiri adalahUS$ 335,3. 

Tuduhan bahwa Islam sebagai agama radikal sering dilontarkan oleh orang orang yang tak bertanggung jawab Seperti Viktor Laiskodat yang menuding khilafah akan mengancam kebhinekaan dan khilafah turut difitnah sebagai sistem yang memberangus pemeluk agama lain.

Khilafah juga turut dijadikan alasan pemerintah membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia secara sepihak,karena khilafah yang gencar disuarakan HTI dianggap membahayakn NKRI. Pemerintah hingga detik ini tidak bisa membuktikan tuduhannya.

Menyikapi masalah yang cukup pelik,mahasiswa Yogyakarta yang mengatasnamakan diri Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) DI Yogyakarta bernisiasi mengadakan diskusi kebangsaan yang bertujuan mencari solusi atas permasalahan Indonesia dan memebeberkan hubungan erat Islam dan Indonesia.

Berikut undangan yang diberikan oleh BKLDK

HIDUP MAHASISWA !

Menegaskan kembali bahwa peran Mahasiswa kini masih dibutuhkan untuk membawa Indonesia menuju kemerdekaan yang hakiki.

Untuk itu kami dari  BKLDK DIY mengundang secara terbuka kepada seluruh elemen Mahasiswa se-Yogyakarta hadir dalam Diskusi Kebangsaan.

Dengan mengusung tema:

"Merdeka dari Radikalisme, Liberalisme, dan Kapitalisme."

Tanggal : Ahad, 20 Agustus 2017
Waktu : 13.00 - 16.30 WIB
Tempat : Gedung C Lt. 1 Kampus STTNAS Yogyakarta

Pemantik :

1.Vier Agi Laventa (Tokoh Pergerakan DIY)

2.Lutfi Sarif Hidayat (Direktur Civilization Analysis Forum)

3. Bambang Pranoto Bayu Aji (Jurnalis Media Oposisi)

Free untuk Mahasiswa dan Mahasiswi.
Terbatas 30 Orang.

Segera daftarkan diri anda dalam Diskusi yang akan membawa perubahan untuk Indonesia.
Bermula dari diskusi, bermuara ke perubahan.

Contact Person 

Okky = 085791118656
Wahyu = 082340547766





Ayo datang dan ramaikan, saatnya para pemuda menjadi kritis dan ikut dalam partisipasi perubahan. [Mo]



Posting Komentar