Peserta Aksi Di Depan Gedung DPRD

Solo| Mediaoposisi- Penolakan Perppu ormas seolah tak ada habisnya ,kali ini di kota asal Jokowi. Puluhan massa di Solo, mengecam dan menuntut pencabutan Perppu ormas yang dinilai represif.

Puluhann massa yang mengatasnamakan aliansi pemuda dan mahasiswa soloraya melakukan aksi damai di depan Gedung DPRD Solo. Mereka mendesak pencabutan Perppu ormas, Jumat (10/8) pukul 13.00.

Berdasarkan pantauan Mediaoposisi.com dalam aksi yang berakhir pukul 14.30 ini, Massa membawa bendera tauhid dan poster kecaman terhadap Perppu. Tampak pemuda dan pemudi terpisah dan berbaris rapi.

Meskipun kepolisian melakukan provokasi berupa pengusiran peserta yang berasal dari luar Soloraya, massa tetap tenang dan tidak terpancing emosinya.

Agus Saat Beorasi

Salah satu orator,Agus mengecam Perppu ormas karena dinilai sebagi kedzaliman rezim Jokowi.

"Kita wajib tolak perppu ormas karena itu merupakan kedzaliman "ujar Agus
"Tolak..Tolak...Tolak.." teriak massa.

Ia menambahkan bahwa kedzaliman terus dilakukan oleh rezim dengan melakukan ancaman pada eks anggota HTI. Ia menyampaikan kegeramannya dalam orasi politiknya.

"HTI disamakan PKI,eks anggota HTI dikejar kejar seperti PKI yang jelas dilarang" imbuh Agus dalam orasinya.

Lebih dari itu,Agus pun meyesali persekusi yg dilakukan terhadap ajaran Islam yang juga dibawa oleh HTI.
"Khilafah dan Bendera tauhid dituduh bendera makar, padahal itu ajaran Islam"pungkas Agus.

Di akhir pidatonya, ia turut mengecam pihak pihak yang menuduh ajaran Islam sebagai maker
“Semoga Allah mempersulit kehidupan mereka” tutup Agus yang diaminkan seluruh peserta aksi. [MO]


Posting Komentar