Jakarta| Mediaoposisi- HizbuT Tahrir Indonesia (HTI) secara resmi sudah dibubarkan pemerintah. Namun HTI masih diburu oleh beberapa kalangan untuk mendulang suara. Ketua Umum ICMI, Jimly Asshidiqie, menyarakan sebaiknya HTI membuang kajian politik lalu melebur dengan PBB bersama Yusril Ihza Mahendra

"Saya anjurkan HTI bersiap diri mengubah dari organisasi politik, menjadi ormas biasa saja. Menurut saya, sebaiknya HTI memperkuat saja PBB.  Partai yang dipimpin Prof Yusril," ujar Jimly, Minggu (30/7). 

Menanggapi desakan tersebut,jubir HTI menyarankan Jimly untuk bergabung bersama HTI untuk menghadapi tirani rezim Jokowi.

"Lagipula, daripada Pak Jimly berpendapat kita gabung dengan PBB, lebih baik Pak Jimly sarankan pemerintah saja untuk batalkan perppu" kata Ismail Selasa (1/8) siang.

"Jubir HTI menyanjung perhatian yang diberikan oleh Ketua ICMI,"Tapi HTI mengucapkan terima kasih atas perhatian semua kalangan thd masa depan HTI, termasuk saran untuk gabung ke PBB" imbuh Ismail.

Ismail menegaskan bahwa tindakan otoriter pemerintah berupa penerbitan Perppu Ormas harus dilawan.

"Perlawanan hukum kami, HTI sedang mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan gugatan ke PTUN Jakarta karena status badan hukum kami yang dicabut secara tiba-tiba, tanpa ada penjelasan pada kami," jelas Ismail.

HTI juga mendorong pemerintah untuk melakukan pembatalan perppu yang bersifat , karena Perppu Ormas berpotensi dijadikan alat untuk menggebuk pihak pihak yang dianggap kritis oleh rezim Jokowi..

"Kemudian perlawanan politik kami, artinya HTI mendorong pemerintah untuk membatalkan perppu ini karena banyak masyarakat yang setuju bahwa perppu ini memiliki dampak yang berbahaya. Karena bukan hanya ormas Islam saja, ormas biasa pun bisa seenaknya dianggap melawan Pancasila lalu dibubarkan," ujar dia.


[MO]

Posting Komentar