Jakarta| Media Oposisi- Mabes Polri menargetkan wacana pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Antikorupsi) akan dikebut dengan target rampung pada akhir 2017. 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengungkapkan, anggaran dari Densus Antikorupsi itu akan disamakan dengan anggaran yang diterima oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

KPK sendiri,tahun ini mendapatkan anggaran sebanyak Rp734,2 miliar. Menurun dibandingkan pada 2016 yang mencapai Rp991,8 miliar.

"Aturan sudah jelas diharapkan Densus itu di bawah langsung kendali Kapolri dengan anggaran yang disamakan KPK, termasuk personel kami akan dikendalikan oleh pusat," kata Setyo kepada awak media di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (7/8).

Wacana dibentuknya Densus Antikorupsi dinilai sebuah ironi oleh Haris Azhar. Apalagi wacana ini ada setelah ketidakadilan yang menimpa aktivis anti korupsi seperti Novel Baswedan dan Tama S Langkun.

Haris yang merupakan pendiri lembaga advokasi hukum dan hak asasi manusia Lokataru ini mengecam keras wacana pembentukan Densus Anti Korupsi.

“Wacana ini muncul ditengah hukum dan aparatnya yang gagal melindungi pekerja antikorupsi,” katanya kepada Tempo, Sabtu, 22 Juli 2017

Lantas, kata haris, kemudian  kita mau biarkan muncul lagi Densus Anti Korupsi? “Ini dagelan,” katanya sembari tertawa. “Kalau mau bongkar, bongkar siapa yang membacok Tama S Langkun, siapa yang menyiran air keras ke Novel dan lainnya.

Haris Azhar berpendapat, Densus Antikorupsi itu beraroma pelemahan KPK. “Bahwa kalau kepemimpinan KPK hari ini memang tidak perform dengan baik, tapi bukan berarti dilemahkan institusinya,” katanya. [MO]

Posting Komentar