Jakarta| Mediaoposisi- PT. Garuda Indonesia (Persero) mengalami kerugian dan berpotensi bangkrut. Hal ini tercermin dari hasil laporan keuangan Garuda Indonesia yang mencatatkan kerugian sebesar 283,7 juta USD  atau sekitar Rp. 3,8 triliun.  Kerugian tersebut meningkat 200% dari kuratal pertama

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury menjelaskan, sebagian kerugian itu berasal dari pembayaran tebusan amnesti pajak dan denda atas kasus persaingan usaha di Australia.

"Masing-masing untuk tax amnesty biayanya US$137 juta dan kasus di Australia (dugaan kartel) AUD10 juta," kata Pahala, Kamis (27/7).

Ketua Bidang Organisasi Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anggawira menilai harus ada solusi komprehensif untuk maskapai berplat merah tersebut.

“HIPMI sebelumnya sudah memberikan early warning kepada Garuda Indonesia karena terus merugi. Ke depannya perlu ada solusi yang komprehensif agar maskapai penerbangan kebanggaan kita ini bisa survive. Kerugian tersebut disinyalir akibat peningkatan biaya operasional dan pembelian bahan bakar avtur,” ujar Ketua BPP HIPMI Bidang Organisasi, Anggawira, di Jakarta.

Anggawira menyebut terjadi peningkatan biaya operasional penerbangan Garuda Indonesia, lebih dari dari Rp. 16 triliun lebih tinggi dari kuartal pertama yang “hanya” Rp. 8 triliun. 

“Hingga saat ini kami melihat biaya bahan bakar merupakan sumber terbesar biaya operasional dengan presentase diatas 50% kemudian disusul dengan biaya pembelian pesawat, reparasi, pembayaran asuransi yang semua dihitung menggunakan kurs dollar USD sementara produk jasa penerbangan domestiknya dijual dengan nilai rupiah,” ungkap Anggawira.

Disamaping tax amnesty dan dugaan kartel,tingginya ongkos operasional rupanya juga berpengaruh pada hutang Garuda Indonesia yang nilainya cukup besar. Hutang jangka pendek di kuartal kedua total hutang mencapai 1,891 juta USD sedangkan hutang jangka panjang sebesar 1,163 juta USD.   

“Hutang yang membelit Garuda Indonesia harus menjadi konsen pemerintah,” imbuh Anggawira. [MO]

Posting Komentar