Oleh Don Zakiyamani / Penikmat Kopi 

Kiriman Naskah| Media Oposisi-Vito Corleone bukanlah penduduk asli Amerika Serikat namun ia tumbuh dan kaya dinegeri tersebut. Belakangan ia menjadi Don Corleone, penguasa legislatif, yudikatif dan eksekutif di Amerika Serikat. Selain itu ia memiliki SDM dan bisnis seantero negeri paman Sam. 

Kekuasaan yang dimilikinya telah menobatkan ia sebagai "tuhan". Don Corleone menjadi tempat meminta hajatan bila polisi, hakim serta wakil rakyat tak mampu menyajikan keadilan. Don Corleone akan meminta bayaran dalam bentuk jasa dikemudian hari, tidak ada yang gratis.

Sosok Don Corleone dalam film The Godfather sangat sesuai dengan James Riyady. Pemimpin Lippo Grup yang bisnisnya ada didalam maupun luar negeri. Sama halnya dengan Don Corleone, James menguasai semua lini guna memuluskan dan melancarkan bisnisnya.

Baca Juga: The Lippo Way: Sisi Gelap Taipan Pemilik Lippo Grup
James menguasai legislatif, eksekutif dan juga dipastikan Yudikatif. Banyak politisi binaannya sekarang berada dalam posisi strategis, mereka harus balas jasa. Kekuasaan James juga didukung media-media seperti metro, first media dan media terkenal lainnya. 

James Riyady Pemilik Lippo Grup

Ambisi terbarunya membangun kota kapitalis yang diberi nama Meikarta. Ia tak butuh izin Presiden, atau siapapun dinegeri ini. Bisa dipastikan setiap duri dan ranjau akan disingkirkannya, dengan cara lembut hingga cara yang tak pernah kita bayangkan. Ia memiliki 'pasukan' yang sudah sejak lama dibinanya, mulai pasukan non-formal hingga pasukan seragam.

Sikap Presiden yang cuek akan Meikarta patut dipahami, pasalnya Jokowi dikelilingi kader James. Kader James yang selama ini mengatur dan mengelola pemerintahan. Tentu saja akan dibantah, dianggap ngawur ataupun gila karena James memang tak ingin dikenal publik secara luas.

Bagi Don Corleone Indonesia (James Riyady), cukup menjadi sutradara yang meremote para pemain. Pasca runtuh rezim Soeharto kekuasaanya tak terbatas apalagi dua negara adidaya (USA dan China) menjadinya patriot. Belakangan Hary Tanoe harus ikut aturan main James Riyady.
Mega Proyek Meikarta


Ahok salah satu "bonekanya" sudah mampu menghabiskan energi bangsa ini, konon lagi bila James ingin menyudahi riwayat para politisi, pengusaha atau siapapun dinegeri ini, bagai minum kopi di Aceh Tengah. Sangat mudah sekali, tak seorangpun mampu melawan.

Baca Juga: Proyek Kudeta Negara: Meikarta!

Republik ini bisa saja disudahi namun James masih ingin bermain-main dengan negeri kaya sumber daya alam (SDA) ini. Kita tak perlu tarlalu serius merespon setiap isu karena peran boneka-boneka James berbede-beda. Semua lini James Riyady memilili kader binaan.

Ada yang berharap bersatunya Prabowo-SBY akan mampu mengalahkan James, akan tetapi  James langsung menarik kadernya Hary Tanoe. Raja media yang dekat SBY dan sempat menyingkirkan mbak Tutut, akhirnya hengkang dari SBY.

Bagaimana Don Corleone Indonesia (James Riyady) memainkan bonekanya pada pilpres 2019? Tentu semua capres sedang disusupi kadernya, baginya bisnis diatas nilai kemanusiaan apalagi agama maupun pancasila.[Mo]

Posting Komentar