Jakarta| Mediaoposisi- Perindo bermanuver politik mengejutkan. Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoe bermanuver mempertimbangkan mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019. Ada kaitan dengan kasus yang dialami Hary Tanoe ?

"Ketua Umum memberikan pesan kepada publik bahwa Partai Perindo sedang mempertimbangkan untuk pencapresan dan dukungan ke Pak Jokowi," kata Sekjen Partai Perindo, Ahmad Rofiq, Rabu (2/8/2017).

Dukungan ke pencapresan Jokowi itu akan diresmikan di Rapimnas Partai Perindo di akhir tahun 2017.

"Tentu karena ini adalah keputusan besar dan keputusan institusi tentu akan dirampungkan melalui rapimnas kedua pada akhir tahun ini," katanya.

Ahmad berdalih,manuver berpolitik ini untuk kemajuan Indonesia. "Karena ini kan misi utamanya bagaimana Partai Perindo menjadi bagian dari kemajuan bangsa ya kita akan mempertimbangkan capres mana yang memungkinkan satu visi dan Pak Jokowi termasuk di dalam situ," paparnya.

Hary Tanoe sendiri ditimpa kasus SMS ancaman ke Jaksa Yulianto..Pada 22 Juni lalu, Kejaksaan Agung  sudah mendapatkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) yang didalamnya tertulis status Hary Tanoesoedibjo sebagai tersangka. 

SPDP tersebut sudah mencantumkan Hary Tanoe sebagai tersangka sejak 15 Juni 2017 lalu. Surat SPDP itu bernomor B30/VI/2017 Ditipidsiber
Jokowi sendiri selama memimpin Indonesia tak lepas dari beragam kontroversi. Mulai dari bagi bagi  kekuasaan hingga penerbitan Perppu Ormas yang dinilai banyak kalangan merupakan bukti Jokowi melakukan abuse of power. 
Jadi,Apakah alasan Hary Tanoe mendukung jokowi merupakan alasan yang “logis” ? [MO]

Posting Komentar