Jakarta| Mediaoposisi- Selama ini tuduhan radikal kepada NU jarang disuarakan> NU dan kadernya justru gencar mengkampanyekan bahwa HTI adalah organisasi radikal,intoleran dan berbahaya. Tak heran, NU menyambut gembira penerbitan Perppu Ormas yang menyasar HTI sebagai mangsa pertamanya.

Salah satunya Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) Zuhairi Misrawi menyambut baik keputusan pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintahan Pengganti Undang-undang tentang Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

"Saya mengangpresiasi ketegasan pemerintah. Harapannya Perppu ini dapat memberikan efek jera terhadap ormas-ormas radikal lainnya agar tidak merongrong Pancasila," kata Zuhairi kepada Kompas.com, Rabu (12/7).

Berdasarkan pengamatan redaksi Mediaoposisi.com ,HTI sendiri hingga dibubarkan belum pernah terbukti melakukan ancaman pembunuhan, tindakan anarkis dan merusak kepentingan umum,sehingga tak heran banyak pihak yang mempertanyakan maksud dari radikal tersebut.

Namum,kali ini NU mendapat penilaian radikal. Tidak tanggung tanggung, Din Syamsudin yang tegas menyuarakan hal tersebut. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin memberikan kecaman pedas mengenai berdarnya video demonstrasi penolakan full day school (FDS). Ujuk rasa itu sendiri berindikasi kuat dilakukan oleh santri Nahdlatul Ulama (NU).

Pada video yang kemudian viral di media sosial tersebut terdengar teriakan-teriakan yang mengancam keselamatan nyawa Mendikbud, Muhadjir Effendy.

“Enggak usah lah pakai demo-demo. Teriak-teriaknya bunuh menteri, bunuh menteri. Itu kan radikal itu. Itulah watak-watak radikal yang perlu diatasi,” kata Din, di Universitas Al-Azhar Indonesia, Senin (14/8).

Din berharap berbagai pihak mengutamakan dialog untuk menyelesaikan masalah

“Jangan main pokoe. Pokoe menolak. Pokoe tidak setuju. Itu sikap yang radikal. Masih bisa dibicarakan antara kita. Apalagi pakai teriak bunuh-bunuh,” ujarnya. [MO]

Posting Komentar