Massa AMPS Tuntut Cabut Perppu Ormas



Solo| Mediaoposisi- Jumat (10/8) puluhan massa yang mengatasnamakan  Aliansi Pemuda Dan Mahasiswa Soloraya (APMS) menggelar aksi damai di depan kantor DPRD kota Surakarta untuk menutut pencabutan Perppu Nomor 2 tahun 2017 tentang ormas.

Sempat diwarnai tindakan non simpatik dari kepolisian berupa pengusiran puluhan massa dari berbagai darerah yang ingin bergabung dengan APMS. Berdasarkan pengamatan Mediaoposisi.com, sekitar 100 orang terpaksa mengurungkan niatnya untuk bergabung di aksi damai tersebut.

berdasarkan pengamatan Mediaoposisi.com, kepolisian berdalih kegiatan di depan gedung DPRD hanya diperuntukkan untuk warga Soloraya, Tak hanya itu,tanpa alasan yang jelas,kepolisian  hanya mengizinkan doa bersama saja di depan Gedung DPRD

Ratusan massa dari luar daerah  seperti Semarang,Blora,Sragen,dan sekitarnya terpaksa meninggalkan lokasi karena mengalami pengusiran oleh kepolisian. Aksi dapat dilanjutkan setelah melalui negosiasi alot
Setelah perundinagn dengan aparat kepolisian akhirnya aksi tetap dapat berjalan dengan syarat aksi damai hanya boleh diikuti peserta dari kawasan Soloraya (Solo dan sekitarnya).


Negosiasi Alot Kepolisian dan APMS

Aksi dimulai pukul 13.30 di halaman kantor DPRD surakarta. Dalam aksi tersebut, Sigit Yudistira selaku koordinator aksi mengkritisi landasan penerbitan PERPPU yang ia nilai lemah

“Penghapusan proses pengadilan ini dinilai menyimpangi proses dan prosedur hukum pembuabaran sebagaimana diatur dalam UU Ormas. Selain itu penerbitan PERPPU ini digunakan untuk kriminilasi ajaran islam, dakwah dan pengembanya”.ungkap Sigit.

Ia juga menyinggung dikebirinya proses peradilan dalam Perppu ormas tersebut, "Pemerintah dalam hal ini Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menkumham berhak melakukan pencabutan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) atau pencabutan badan hukum perkumpulan (BHP)." tutup Sigit.

Meski diwarnai pengusiran,massa peserta tidak terprovokasi dan aksi tersebut berakhir pukul 14.30. [MO]

Posting Komentar