Mediaoposisi- Dunia dihebohkan dengan kabar bahwa pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan baru. Yaitu dihalalkannya wanita berbikini di resort yang akan dibangun oleh pemerintah. 

Dilansir dari The Telegraph,Rabu (2/8) Kebijakan ini dilakukan atas perintah Pangeran Arab Saudi, Muhammed bin Salman. Kebijakan kontroversial dari negeri yang mengklaim menjalankan syariat Islam, itu dinilai sebagai cara pemerintah Arab Saudi agar pendapatan negara tak lagi tergantung dengan minyak. Sesuai dengan  Visi Arab Saudi 2030.

Muhammad bin Salman adalah pangeran "kemarin sore" yang baru dilantik bulan Juni lalu . Namun ia justru berulah dengan melakukan pembaruan kontroversial untuk meningkatkan pundi pundi dolar yang masuk Arab Saudi melalui jalur wisata. Langkah pertamanya adalah membangun resort mewah di Laut Merah dengan diizinkannya wanita untuk berbikini di kawasan tersebut

Visi Arab Saudi 2030 sendiri adalah upaya pemerintah negara pecahan Khilafah Turki Usmani tersebut untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak.

Saudi juga mencanangkan peningkatan pendapatan dari sektor non-minyak naik enam kali lipat dari sekitar US$ 43,5 miliar per tahun menjadi US$ 267 miliar serta meningkatkan ekspor non-minyak dari 16 persen PDB menjadi 50 persen PDB.

Untuk mencapai visi tersebut, Arab Saudi melakukan berbagai kebijakan,salah satunya dengan meningkatkan pemasukan devisanya dari sektor pariwisata . Diizinkannya wanita berbikini pada kawasan resort tertentu termasuk salah satu cara mendongkrak pemasukan dari sektor pariwisata. [MO]

sumber : The Telegraph

Posting Komentar