Jakarta| Mediaoposisi.com- Sindikat yang tergabung dalam grup "Saracen" di Facebook sengaja melakukan penyebaran ujaran kebencian dan berbau SARA dengan alasan ekonomi,tanpa mempunyai maksud politis tertentu.

"Mereka ini menerima pesanan jasa membuat dan punya inisiatif itu. Saling membutuhkan," ujar Kepala Sub Bagian Operasi Satuan Tugas Patroli Siber pada Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, AKBP Susatyo Purnomo di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (23/8).

Dengan dana yang diperoleh mereka memiliki website sendiri untuk memposting berita-berita pesanan tersebut melalui Saracennews.com. Berdasarkan pengamatan,mediaoposisi.com website Saracennews juga dipenuhi iklan dan beragam jenis berita seperti ekonomi hingga dunia hiburan.

Menurut Susatyo, media tersebut diyan memposting berita hoax tergantung pesanan. Susatyo tidak menyebutkan pihak pihak

"Untuk itu banyak sekali pencemaran nama baik, yaitu kepada pejabat publik, tokoh masyarakat, dan sebagainya," kata Susatyo.

Pelaku yang ditangkap ini dijerat dengan Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 22 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan/atau Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU ITE dengan ancaman 4 tahun penjar

Disisi lain,anggota DPR Fraksi NasDem Viktor Laiskodat yang menyebut beberapa partai sebagai pendukung radikalisme,saat ini masih melenggang bebas. Fraksi Nasdem sendiri merupakan fraksi pro pemerintah. Viktor sendiri hingga saat ini meskipun telah dilaporkan kepada pihak kepolisian k,justru dibela mati matian oleh NasDem.

 "Pidato itu ditafsirkan untuk provokatif, bukan provokatif," tegas politikus NasDem  Johnny G Plate,Jumat (4/8) . [MO]

Posting Komentar