Jakarta| Mediaoposisi- Aksi penolakan Perppu Ormas seolah tak ada hentinya,kali ini  muncul di Jakarta. Ratusan massa yang mengatasnamakan Aliansi Ormas dan umat Islam Jabodetabek menggelar unjuk rasa aksi damai 218 di depan Gedung DPR untuk medesak anggota dewan membatalkan Perppu Ormas. 

Banjir penolakan Perppu Ormas di berbagai daerah ternyata tak luput dari perhatian kuasa hukum HTI,Yusril Ihza Mahendra. Mantan mensesneg tersebut merespon sikap berbagai kalangan dengan positif, ia mengajak semua pihak yang menolak Perppu Ormas berbarengan mengajukan gugatan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi supaya lebih efektif.

"Saya sarankan, mumpung HTI sudah maju, yang lain-lain maju saja. Jadi lebih mempercepat proses, kalau maju sendiri-sendiri kapan selesainya, padahal yang diuji sama saja," kata Yusril dalam diskusi di Kantor DPP PBB, Pasar Minggu, Jakarta, pada Senin (21/8) seperti dikutip Antara.

Yusril menambahkan bahwa pengajuan gugatan ke MK secara berbarengan akan memberikan dampak yang lebih besar dan lebih efektif.

Ia turut mengapresiasi unjuk rasa menolak Perppu Ormas yang dilakukan berbagai pihak dan mendukung penuh kegiatan penolakan Perppu Ormas.

"Kita upayakan untuk membatalkan Perppu Ormas ini. Terus kita lakukan. Salah satunya dengan terus melakukan demonstrasi menolak perppu ini," kata Yusril. 

Yusril menambahkan, "DPR terus kita lobi. Masyarakat pun bisa melakukan aksi unjuk rasa serta di media sosial terus digalakkan untuk menolak Perppu ini." 

Yusril sendiri tidak main main dalam membela Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang telah resmi dibubarkan sepihak oleh pemerinta tanpa melalui peradilan dengan alat Perppu Ormas yang dinilai represif.

"Jadi semua itu harus kita lakukan secara konstitusional dan demokratis. Jalan satu-satunya adalah dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK), jadi ini terus kita upayakan," ujar Yusril. [MO]

 sumber : tirto.id

Posting Komentar