Pengamat Politik dari Civilization Analysist Forum (CAF) Bambang Pranoto Bayu Aji 


JOGJAKARTA, Media Oposisi- Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong bertemu dengan Presiden Joko Widodo bertemu dengan Rabu (23/8/2017), Nguyen Phu Trong mengunjungi Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, sekitar pukul 10.30 WIB. Dalam pertemuannya, Presiden mengapresiasi hubungan kerjasama antara kedua negara yang telah terbangun selama 60 tahun. Presiden Jokowi berharap agar kerjasama yang ada bisa ditingkatkan.

Pengamat Politik dari Civilization Analysist Forum (CAF) Bambang Pranoto Bayu Aji menilai, saat ini isu kebangkitan komunisme di Indonesia memang sensitif. 

“Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan sekjen Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong dianggap tidak biasa di sebagian masyarakat, mereka menafsirkan lain. Mengingat isu komunisme juga sensitif” ujarnya pada Rabu (23/8).saat jurnalis mediaoposisi.com melakukan wawancara khusus.

Bayu menilai masalah kebangkitan komunisme sebenarnya sudah dinetralisir oleh para pejabat negara yang berkompeten, namun nampaknya terus menggelinding.

“Jika diulik kembali, tragedi kemanusiaan akibat konflik ideologis itu adalah aksi-reaksi, opini seolah PKI adalah korban sepihak dianggap tidak fair dan menyesatkan fakta sejarah. Karena itu, kita mendorong agar pemerintah konsisten memastikan bahwa komunisme dan ajaran semisalnya dilarang” imbuhnya.

Jokowi Terima Kunjungan Sekjen Partai Komunis Vietnam Di Istana Negara Jakarta


Jangan sampai ungkapan gebuk yang dilontarkan oleh Presiden Jokowi beberapa waktu yang lalu justru malah menggebuk Ormas Islam. Sebelumnya pemerintah mengeluarkan Perppu Ormas dengan dalih menggebuk pihak yang anti Pancasila. Jika mengacu pada UU Ormas No 17 Paham Komunisme, Sosialisme, Marxsisme dan Leninisme jelas bertentangan dengan Pancasila. Tambahnya saat di temui Jurnalis mediaoposisi.com. [Mo]

Posting Komentar