Pamekasan |Mediaoposisi- Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Achmad Syafii, pernah mengancam akan menindak Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dianggap terlibat dengan  Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Achhmad mengakui,pihaknya sedang melaukan investigasi terhadap jajaran PNS atau ASN yang dituding terlibat HTI

"Soal itu kami melalui instansi terkait sudah melakukan investigasi, tujuannya untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dengan HTI," katanya, Jumat (28/7). Ahmad Syafii tidak menjelaskan metode investigasi yang dilakukan pihaknya.

Namun jika menemukan, ia tidak segan-segan akan memberikan sanksi atau tindakan, sanksi terberat adalah pecat. Namun terlebih dahulu akan dilakukan pengawasan kepada para PNS yang dituduh berafiliasi HTI.

"Sampai hari ini saya belum terima laporan adanya PNS yang ikut HTI, kalau ada kita bina, jika tak bisa dibina, maka sanksi bagi PNS tersebut," sesumbar Ahmad Syafii tanpa memberikan bukti bila HTI adalah ormas berbahaya.





Ancaman Bupati Pamekasan dibayar kontan ,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meringkus Achmad Syafii dan Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan Rudi Indra Prasetya, Kamis (3/8), terkait dugaan suap untuk menghentikan penanganan kasus korupsi penyelewengan dana desa.

"Penahanan ASY di Rutan KPK, RUD di Rutan Cipinang," kata Juru Bicara KPK, Febri Kamis (3/8).

Tindakan KPK ini diawali oleh adalnya laporan dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat terkait dugaan penyimpangan anggaran dalam proyek infrastruktur senilai Rp 100 juta yang menggunakan dana desa.

Laporan itu ditindaklanjuti,beberapa pihak ditangkap KPK. Salah satunya adalah Ahmad Syafii. Syafiisendiri memiliki peran dalam upaya menghentikan perkara tersebut dengan mengusulkan penyuapan jaksa. [MO]


Posting Komentar