Jakarta| Mediaoposisi- Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri mengungkapkan bahwa ia berada di belakang Jokowi saat penerbitan Perppu Ormas. Ia menilai tindakan kontroversial Jokowi tersebut adalah tindakan yang normal.

"Saya bela-bela mati-matian konstitusional, seorang presiden itu membuat perpres, perppu, memangnya nggak boleh apa? Boleh," di Auditorium Utama LIPI lantai 2, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (15/8).

Mega mendukung penuh kebijakan Presiden yang diniali banyak kalangan sebagai petugas partai tersebut. Tanpa menjelaskan ancaman nyata yang dihadapi pemerintah sehingga Perppu dikeluarkan,Megawati menganggap Indonesia dalam keadaan bahaya.

"Bapak-Ibu, diktator nggak boleh presiden bikin perppu. Saya juga pernah jadi presiden. Boleh, kenapa nggak boleh. Lalu negara dalam keadaan bahaya, piye?" tutur Mega.

Mega pun geram dengan pihak pihak yang tidak setuju dengan presidential threshold dalam UU Pemilu yang baru saja disahkan DPR. Pengesahan tersebut,diwarani walk out karena banyak pihak menilai UU Pemilu menguntungkan pihak pemerintah dan inkonstitusional. Dari partai non pemerintah hingga PAN yang merupakan pemerintah melakukan walk out.

"Aneh kalau menurut saya. Ini saya sedikit berbicara politik. Kenapa sih kita nggak berpikir logic. Ini kan yang saya bilang. Banyak dari bangsamu. Mohon maaf dengan segala hormat, apakah akibat penjajahan selama ratusan tahun sehingga mentally kita ini karena ini tadinya menjadi rakyat terjajah itu tidak bisa menerima yang namanya musyawarah untuk mufakat kita mau bicara Pancasila sekarang orang yang masih nggak setuju pancasila.” ujar Megawati. [MO]

Posting Komentar