Jakarta| Media Oposisi- Khilafah bukan hanya milik HTI,dalam aksi 287 teriakan khilafah menggema dan diteriakkan oleh massa aksi 287. Aksi 287 sendiri tidak hanya dihadiri oleh anggota HTI namun beragam kalangan umat Islam. Wartawan Mediaoposisi.com menuturkan, Jumat 28/7.

"Bayangkan, kita (HTI) diharamkan menyebut istilah khilafah. Menurut Jokowi Perppu ini untuk ormas-ormas yang bertentangan dengan Pancasila. Apakah Pancasila bertentangan dengan khilafah?," tanya Ismail kepada massa aksi 287,Jumat (28/7).
"Tidaaaak," jawab ribuan massa Aksi.

Ismail melanjutkan bahwa Perppu mengancam umat Islam karena bisa digunakan untuk menghentikan dakwah islam dan penanaman nilai nilai Islam di Indonesia.
"Perppu ini sama saja mengancam dakwah bagi tegaknnya syariah dan nilai-nilai Islam. Melalui Perppu ini, rezim Jokowi mengarah ke represif dan diktator. Tetapi kita datang ke sini, bahwa kita tidak akan mundur sejengkalpun dalam berdakwah membela agama Allah," tegas Ismail disambut teriakan takbir.

Dalam laporan Wartawan Mediaoposisi.com, di akhir pidatonya, Ismail mengingatkan umat Islam untuk selalu dalam agama Islam.

"Inna sholati, wanusuki, wamahyaya wamamati lillahirabbil alamin. Artinya, kita sudah berjanji untuk menyerahkan hidup dan mati kita untuk Allah. Kita berbangsa dan bernegara, berpolitik, berekonomi dan seluruhnya karena Lillah, bukan lighoirullah," kata dia mengingatkan. [MO]

Posting Komentar